Agricom.id

Penggunaan Bioteknologi Dijamin Aman untuk Sektor Pangan




Penggunaan Bioteknologi Dijamin Aman untuk Sektor Pangan
Agricom.id

02 October 2019 , 06:35 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH-PRG), Prof. Dr. Bambang Prasetya menyatakan, untuk menjamin keamanan yang kemungkinan ditimbulkan pemanfaatan bioteknologi tersebut, bisa diawali dengan analisis dan kajian “Risk based Assessment”dengan pendekatan kehati-hatian (precautionary approach).

"Berdasarkan penelitian, penggunaan teknologi PRG aman dan sudah berusia 1/4 abad telah dimanfaatkan diberbagai negara untuk tanaman pangan, perikanan, pertenakan, kehutanan," jelas Prasetya Pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertema, "Akselerasi Penerapan Teknologi Pertanian Indonesia, Khususnya Manfaat Bioteknologi untuk kedaulatan Pangan" di Jakarta, yang dihadiri Agricom.id, Selasa (1/10/2019).

Untuk itu, kata Prof Bambang, diperlukan harmonisasi regulasi antar regional dan negara: protocol dan standardisasi, Warna warni strategi berbagai negara dalam pengembangan  dan pemanfaatan PRG.

"Saat ini belum sepenuhnya sinkron antara kebijakan bahwa Indonesia menerima teknologi PRG, dengan prinsip kehati-kehatian dengan implementasi di lapangan kurun waktu lebih dari 15 tahun," jelasnya.

Prasetya menambahkan, pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui bioteknologi dengan hasil berupa Produk Rekayasa Genetik (PRG) memberi peluang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian dalam arti luas, dan industri pengolahan (bioindustri. Sehingga dapat menundukung  ketahanan pangan, pakan, energi, kesehatan, industri farmasi, fiber dan lingkungan hidup. (A2)

 


TOP