Agricom.id

Penerapan Bioteknologi Antisipasi Kekurangan Pasokan Pangan Masa Depan




Penerapan Bioteknologi Antisipasi Kekurangan Pasokan Pangan Masa Depan
Agricom.id

02 October 2019 , 07:49 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indonesia, Winarno Tohir mengungkapkan, penerapan bioteknologi merupakan antisipasi akan kekurangan pangan saat yang akan datang. Apalagi, kondisi lahan pertanian di Indonesia makin menyusut, namun di sisi lain ada lahan potensial yang menunggu digarap.

“Kita punya 30 juta hektar lahan rawa dimana 10 juta hektar diantaranya bisa segera dimanfaatkan, begitu pula dengan lahan gambut. Tentu saja pemanfaatan lahan rawa dan gambut memerlukan teknologi agar bisa diolah dengan baik, dan bioteknologi jadi salah satu jawabannya,” ungkapnya Pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertema, "Akselerasi Penerapan Teknologi Pertanian Indonesia, Khususnya Manfaat Bioteknologi untuk kedaulatan Pangan" di Jakarta, yang dihadiri Agricom.id, Selasa (1/10/2019).

Winarno mencontohkan, saat ini bioteknologi sudah diterapkan dibanyak negara maju. Amerika Serikat memiliki luas tanaman berbasis bioteknologi terbesar di dunia yaitu 75 juta ha untuk tanaman kapas, kedelai, dan jagung. Negara lain adalah Brazil untuk tanaman kedelai dengan luas lebih dari 50 juta ha. Begitu juga Argentina memiliki tanaman berbasis biotekbologi seluas 23 juta ha.

"Dari negara Asia yang terluas India juga telah memiliki tanaman berbasis biotekbologi seluas 11,4 juta ha," tambahnya.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika (BB Biogen) Kementerian Pertanian Mastur menambahkan, Kementerian Pertanian telah menetapkan target Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dengan swasembada pangan di tahun 2045. Ada tujuh komoditas yang direncanakan mencapai swasembada di tahun itu semisal padi, jagung, kedelai dan lainnya.

"Diperlukan dukungan bioteknologi agar target swasembada pangan tercapai. Bioteknologi sendiri tidaklah selalu identik dengan PRG, misalnya saja bagaimana menghasilkan benih tanaman baru atau hibrida seperti yang sudah dilakukan oleh BB Gen untuk benih tanaman padi, jagung, kedelai, jeruk dan lainnya,” tandas dia. (A2)

 


TOP