Agricom.id

Pacu Peningkatan Produksi, Kementan Terbitkan Kebijakan BUN500




Pacu Peningkatan Produksi, Kementan Terbitkan Kebijakan BUN500
Agricom.id

14 October 2019 , 06:11 WIB

Agricom.id, MALANG - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sedang memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan guna mengembalikan kembalikan kejayaan komoditas bernilai ekonomis tinggi di pasar dunia dan kesejahteraan petani dengan meluncurkan program BUN500. Program ini menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan.

Dikatakan  Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, program BUN500 merupakan program penyediaan benih unggul bermutu komoditas perkebunan sebanyak 500 juta benih dalam kurun waktu 2019-2024. Penyediaan benih unggul didukung dengan membuat logistik benih. Logistik benih yang dimaksud adalah jumlahnya masif dengan kualitas bagus dan distribusinya efisien. 

"Logistik benih akan dibangun di sentra-sentra perkebunan, sehingga benih unggul tersebut mudah untuk didistribusikan dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” tutur Kasdi, saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan tema "Inovasi dan Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air untuk Keberlanjutan Pertanian dan Kesehatan DAS" yang berlangsung pada tanggal 9 s.d.10 Oktober 2019 di Univeraitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, dalam keterangan resmi diterima Agricom.id, Kamis (10/10/2019).

ebih lanjut Kasdi menyampaikan,  sebagai upaya untuk mewujudkan ketersediaan benih unggul program BUN500, akan dilakukan pembangunan kebun sumber benih dalam bentuk kebun entres maupun kebun induk penghasil biji. Diharapkan program yang telah direncanakan akan dapat dicapai dengan baik mulai dari mutu teknik maupun mutu genetik benih yang dihasilkan.

Kasdi menerangkan sebagai upaya untuk menyukseskan Program BUN500, telah tersedia lokasi kawasan pengembangan tanaman perkebunan yang tersebar di berbagai provinsi. Ketersediaan kebun benih sumber pada lokasi pengembangan harus pula didukung oleh adanya kebun pembenihan. 

Kasdi mengajak civitas akademik ikut serta membangun pertanian dengan teknologi modern, karena kami di Direktorat Jenderal Perkebunan ini kan pelaksana.

"Kami tunggu melalui Universitas ini pengembangan teknologi pertanian menuju era industri 4.0 dalam mendukung BUN500. Majunya pertanian Indonesia itu ditentukan oleh inovasi teknologi dan investasi," tandas Kasdi. (A2)


TOP