Agricom.id

Mentan SYL Dorong Eksportir Hasilkan Produk Pertanian Olahan




Mentan SYL Dorong Eksportir Hasilkan Produk Pertanian Olahan
Agricom.id

22 February 2020 , 06:05 WIB

Agricom.id, MEDAN - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para eksportir  untuk mengekspor produk pertanian dalam bentuk produk olahan. Hal tersebut sebagai upaya Mentan SYL dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia.

“Kami akan dorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas pertanian dalam bentuk gelondongan, kami harapkan para eksportir bisa belajar untuk mengekspor produk pertanian dalam bentuk produk olahan” ungkap SYL di pada saat Pelepasan Ekspor Produk Pertanian dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) di Kawasan Industri Modern - Medan. (20/2/2020), dalam keterangan resmi diterima Agricom.id.

Menurut SYL, pihaknya bersama perbankan dan pemerintah daerah siap untuk memberi dukungan penuh kepada para eksportir dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dirinya optimis pembangunan pertanian terutama di daerah Sumatera Utara dapat terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan data ekspor komoditas Sumut di tahun 2018 yang mencapai nilai Rp. 26,6 Triliun, dan meningkat di tahun 2019 dengan nilai mencapai Rp. 32,2 Triliun.

“Saya senang hari ini eksportir yang datang banyak yang berminat untuk menggunakan KUR, saya minta dengan Gubernur ini bisa difasilitasi, kita butuh energi yang kuat termasuk dari Pemda untuk bisa mendorong komoditi pertanian berskala ekspor” ungkap SYL.

Lebih lanjut SYL mengatakan sebagai negara tropis, pertanian Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dan memenangkan pasar dunia. Hal ini dibuktikan salah satunya oleh Provinsi Sumatera Utara yang berhasil melepas ekspor 28 komoditas pertanian senilai Rp. 79,6 Milyar ke 28 Negara.

“Hari ini kita kembali membuktikan bahwa ekspor pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan, hari ini saya juga menjadi sangat yakin dengan potensi pertanian kita, karena sarang burung walet kita tetap bisa masuk ke Cina, itu membuktikan dalam situasi apapun kebutuhan dunia terhadap pertanian kita tetap terbuka” ungkap Syahrul. (A2)

 


TOP