Kementan menyebut Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, mulai dari beras, jagung pakan, cabai, bawang merah, gula konsumsi, hingga daging dan telur ayam. Capaian tersebut akan diperkuat melalui kerja gotong royong, hilirisasi, pengurangan impor, dan peningkatan ekspor.
AGRICOM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam memperkuat swasembada dan kemandirian pangan nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui arahan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suwandi mengatakan, penyediaan pangan bagi sekitar 286 juta penduduk Indonesia merupakan kerja bersama yang melibatkan petani, penyuluh, petugas lapangan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Kementan Targetkan 600 Ribu Sapi Perah Tambahan hingga 2029 untuk Kejar Swasembada Susu Nasional
“Terima kasih yang sebesar-besarnya utamanya kepada para petani, para penyuluh dan petugas lapangan serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah bekerja keras menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah kerja yang terintegrasi, kerja bersama-sama, kerja gotong royong,” kata Suwandi, dikutip Agricom dari laman Kementan, Senin (5/10).
Menurutnya, kerja bersama tersebut telah memberikan hasil dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi disebut telah membuahkan capaian positif, termasuk swasembada pada delapan komoditas pangan.
Delapan komoditas tersebut yakni beras, jagung pakan, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, gula konsumsi, daging ayam, dan telur ayam.
BACA JUGA: Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kementan Percepat Pengembangan Tebu 1 Juta Hektare
“Beberapa indikator yang memperlihatkan bahwa ketahanan pangan kita telah teruji dengan baik dan kuat serta tangguh. Dengan berbagai upaya telah dilakukan, potensi produksi telah membuahkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.
Perkuat Kemandirian Pangan
Suwandi mengatakan capaian swasembada tersebut akan terus diperkuat untuk membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong pencapaian swasembada pada komoditas daging sapi, kerbau, susu, dan bawang putih.
Di saat yang sama, penguatan produksi pangan diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian dan memperluas orientasi ekspor.
BACA JUGA: Kementan Dorong Hilirisasi Perkebunan dari Hulu, Perkuat Nilai Tambah Pekebun
Selain memastikan ketersediaan pangan pokok, pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi.
“Bapak Presiden Prabowo memberikan perhatian yang serius terhadap peningkatan nilai tambah, peningkatan ekspor, pengurangan impor, peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui hilirisasi komoditas pertanian,” ujar Suwandi.
Menurutnya, hilirisasi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Pengembangan tersebut dapat memanfaatkan sejumlah komoditas pertanian, antara lain jagung, ubi kayu, dan tebu.
BACA JUGA: Kementan Kejar Swasembada Gula 2027, Siapkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu Unggul
Pancasila dan Pembangunan Pertanian
Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila, Suwandi mengajak seluruh jajaran Kementan menjaga semangat kerja, meningkatkan kualitas kinerja, serta memastikan program pembangunan pertanian memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh jajaran pegawai di Kementerian Pertanian melalui semangat kesaktian Pancasila untuk tetap semangat bekerja, menjaga kesehatan, dan tetap mengejar target kualitas output dan dampak dari kinerja sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyukseskan program pembangunan pertanian dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kementan Salurkan 1.000 Pompa Air ke Grobogan, Antisipasi Kekeringan 47.338 Hektare Sawah
Ia menekankan, nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam setiap langkah jajaran Kementan, termasuk melalui terobosan, inovasi, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik, berkontribusi nyata untuk Indonesia dan lakukan berbagai terobosan, inovasi, kreativitas, inspirasi agar Indonesia menjadi kokoh, Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (A3)
