Harga CPO Malaysia Menguat ke Level Tertinggi dalam Dua Pekan

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives menguat ke RM4.682 per ton pada Selasa (13/10/2026), tertinggi sejak 24 September 2026. Sementara itu, harga CPO KPBN turun Rp33 menjadi Rp14.775 per kg di tengah kekhawatiran tingginya stok minyak sawit Malaysia dan prospek pengetatan pasokan pada 2027.
Harga CPO Bursa Malaysia naik 0,97% ke RM4.682 per ton, didukung kekhawatiran pasokan 2027 akibat El Niño dan peningkatan permintaan biodiesel. Sebaliknya, harga CPO KPBN turun 0,22% menjadi Rp14.775 per kg, meski ekspor minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat pada awal Oktober.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Selasa (13/10/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir. Penguatan tersebut didorong kekhawatiran terhadap potensi pengetatan pasokan pada 2027 akibat fenomena El Niño serta meningkatnya permintaan biodiesel, yang mengimbangi tekanan dari tingginya persediaan minyak sawit Malaysia.

Dilansir Reuters, harga kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2026 naik RM45 per ton atau sekitar 0,97% menjadi RM4.682 per ton, setara US$1.146,43 per ton. Posisi penutupan tersebut merupakan level tertinggi sejak 24 September 2026.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Ekspor Sawit Naik hingga 37,73%

Penguatan harga di pasar Malaysia terjadi di tengah kondisi fundamental yang beragam. Di satu sisi, persediaan minyak sawit Malaysia melonjak ke tingkat tertinggi, sementara di sisi lain prospek produksi dan permintaan pada tahun depan mulai menjadi perhatian pelaku pasar.

Kekhawatiran terhadap dampak El Niño terhadap produksi minyak sawit pada 2027 menjadi salah satu faktor yang menopang harga. Risiko gangguan cuaca berpotensi memengaruhi produktivitas perkebunan dan memperketat pasokan apabila kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap produksi.

Selain faktor cuaca, prospek peningkatan permintaan biodiesel turut memberikan dukungan terhadap harga CPO. Kebutuhan minyak nabati sebagai bahan baku energi dapat memperkuat permintaan, meskipun pergerakannya tetap dipengaruhi oleh harga minyak mentah dan persaingan dengan bahan baku nabati lainnya.

BACA JUGA: Meneropong Arah dan Proyeksi Sawit Nasional 2027

Stok Minyak Sawit Malaysia Capai 3,51 Juta Ton

Tekanan terhadap harga masih berasal dari kondisi persediaan minyak sawit Malaysia. Data September menunjukkan stok meningkat menjadi 3,51 juta ton seiring produksi yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Jumlah persediaan tersebut melampaui ekspektasi pasar dan mencerminkan besarnya pasokan minyak sawit yang tersedia. Tingginya stok berpotensi membatasi kenaikan harga apabila peningkatan permintaan ekspor tidak mampu menyerap pasokan secara memadai.

BACA JUGA: IPOC 2026: GAPKI Bahas Harga Sawit 2027, Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Geopolitik Global

Namun, prospek ekspor memberikan sinyal positif bagi pasar. Data lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–10 Oktober 2026 meningkat sekitar 33,5% hingga 37,7% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Kenaikan ekspor tersebut berpotensi membantu mengurangi tekanan persediaan apabila tren pengiriman berlanjut sepanjang Oktober. Meski demikian, perkembangan stok selanjutnya tetap bergantung pada keseimbangan antara produksi, ekspor, dan konsumsi domestik.

 

Pelemahan Minyak Mentah Membatasi Prospek Biodiesel

Di pasar energi, harga minyak mentah melemah ketika pelaku pasar mencermati risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap Arab Saudi serta kemungkinan tambahan pasokan diesel dari Rusia.

Pelemahan harga minyak mentah berjangka dapat mengurangi daya saing minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Ketika harga energi fosil turun, keekonomian produksi biodiesel berbasis minyak nabati dapat menghadapi tekanan, bergantung pada harga bahan baku dan kebijakan energi yang berlaku.

BACA JUGA: Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kementan Percepat Pengembangan Tebu 1 Juta Hektare

Pergerakan pasar minyak nabati lainnya juga menunjukkan arah yang beragam.

Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian, China, turun 0,65%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,77%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat, menguat 0,55%.

Perbedaan pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pasar minyak nabati masih dipengaruhi kombinasi faktor, mulai dari prospek pasokan, permintaan, pergerakan harga energi, hingga persaingan antarminyak nabati.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Selasa (13/10) Kembali Naik Rp147 Jadi Rp47.268 per Kg

Bagi pasar CPO, perkembangan harga minyak kedelai dan minyak mentah tetap menjadi faktor penting yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi daya saing minyak sawit di pasar pangan maupun energi.

 

Harga CPO KPBN Turun Menjadi Rp14.775 per Kg

Berbeda dengan penguatan harga di Bursa Malaysia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru melemah pada Selasa (13/10/2026).

Harga penawaran tertinggi CPO KPBN tercatat sebesar Rp14.775 per kg, turun Rp33 per kg atau sekitar 0,22% dibandingkan harga pada Senin (12/10/2026) yang mencapai Rp14.808 per kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (13/10) Turun Tipis, Bursa Malaysia Menguat RM45

Perbedaan arah harga tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar berjangka internasional tidak selalu diikuti perubahan harga tender domestik dengan besaran yang sama. Harga KPBN juga dipengaruhi kondisi penawaran dan permintaan di dalam negeri serta dinamika transaksi pada masing-masing tender.

Dengan demikian, pelaku pasar akan mencermati perkembangan harga di Bursa Malaysia, tren ekspor Malaysia, dan kondisi persediaan untuk memperkirakan arah pergerakan CPO selanjutnya.

Dalam jangka pendek, tingginya stok minyak sawit Malaysia masih menjadi faktor yang berpotensi membatasi kenaikan harga. Namun, prospek ekspor yang membaik serta kekhawatiran terhadap pasokan pada 2027 dapat memberikan dukungan apabila ekspektasi pengetatan pasokan semakin kuat.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT

Ringkasan Harga CPO, Selasa (13/10/2026)

Indikator Harga Perubahan
Bursa Malaysia, kontrak Desember 2026 RM4.682/ton +RM45 (+0,97%)
CPO KPBN Rp14.775/kg −Rp33 (−0,22%)
Stok minyak sawit Malaysia, September 3,51 juta ton Meningkat
Ekspor Malaysia, 1–10 Oktober — Diperkirakan naik 33,5%–37,7%

Sumber: Bursa Malaysia, KPBN Inacom, diolah Agricom

Catatan: Data ekspor merupakan estimasi lembaga survei kargo. Harga dan persentase perubahan mengikuti data yang diberikan.

(A3)

Pos terkait