Menko Airlangga Pacu Penyelesaian IEU-CEPA, Akses Pasar Eropa Diperluas

AGRICOM
Dok. EKON / Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan penyelesaian IEU-CEPA. Pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat dipercepat agar perjanjian mulai diterapkan pada awal 2027.
Pemerintah mempercepat penyelesaian IEU-CEPA agar proses ratifikasi dapat berjalan pada semester II 2026 dan implementasinya dimulai awal 2027, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar Uni Eropa.

AGRICOM, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai bagian dari upaya memperluas akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Arahan percepatan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pemerintah mendorong agar berbagai kelengkapan dokumen IEU-CEPA segera diselesaikan sehingga dapat memasuki tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku di Indonesia dan Uni Eropa.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (24/9) Bertahan di Rp15.515, Bursa Rotterdam Bergerak Beragam

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris yang selanjutnya akan dibawa ke Parlemen Eropa.

“Tadi Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan, karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa,” ujar Airlangga, dikutip Agricom dalam Keterangan Pers, ditulis Kamis (24/9).

Menko Airlangga menjelaskan bahwa saat ini proses IEU-CEPA memasuki tahap penyiapan kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris Inggris. Kelengkapan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Parlemen Eropa. Setelah itu, Indonesia akan melanjutkan tahapan ratifikasi melalui mekanisme yang berlaku di dalam negeri.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (24/9) Naik Tajam, Tembus Rp44.196 per Kg

Sejalan dengan proses tersebut, hubungan dan komunikasi antara Indonesia dengan Uni Eropa juga akan terus diperkuat. Menko Airlangga menyampaikan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič direncanakan melakukan kunjungan ke Indonesia. Selain itu, terdapat pula rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November mendatang.

“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” pungkas Menko Airlangga.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Kamis (24/9) Naik Tipis Jadi RM4.771 per Ton

Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menegaskan komitmen Pemerintah dalam memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Dengan target ratifikasi pada semester kedua 2026, Pemerintah mengharapkan IEU-CEPA dapat mulai diterapkan pada awal 2027 dan membuka manfaat yang lebih besar bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. (A3)