Sehari Jelang TEI 2026, Mendag Busan Siap Sambut Buyer dari 134 Negara

AGRICOM
Dok. Kemendag / Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau kesiapan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (13/10/2026). Menjelang pembukaan, TEI 2026 mencatat pendaftaran buyer dari 134 negara dan diikuti 1.873 perusahaan barang dan jasa.
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 siap digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Menjelang pembukaan, Selasa (13/10/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau kesiapan pameran sekaligus memastikan produk unggulan Indonesia siap diperkenalkan kepada buyer internasional.

AGRICOM, TANGERANG — Hingga sehari sebelum pembukaan, buyer dari 134 negara telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam pameran dagang terbesar di Indonesia tersebut. India, Tiongkok, dan Malaysia tercatat sebagai tiga negara dengan jumlah buyer terbanyak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Mendag Busan, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan pameran berjalan dengan baik. Ia juga mengunjungi sejumlah aula pameran dan memimpin rapat persiapan menjelang pembukaan TEI 2026.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Ekshibitor Siap Tawarkan Produk Indonesia ke Pasar Global

“Hari ini, kami tinjau kesiapan persiapan pameran dagang TEI untuk memastikan persiapan telah dilaksanakan dengan baik. Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk dapat menampilkan keunggulan produk-produk Indonesia kepada buyer internasional,” ujar Budi Santoso, dalam keterangan yang diterima Agricom, Selasa (13/10).

Menurutnya, pendaftaran buyer dari berbagai negara mencerminkan tingginya minat terhadap produk unggulan Indonesia. Momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha nasional untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, dan membuka akses ke pasar ekspor baru.

“Banyaknya buyer yang mendaftar menunjukkan antusiasme para buyer untuk mengakses produk unggulan Indonesia. Kami harap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mengenalkan produk dan memperluas akses pasar produknya,” ungkapnya.

BACA JUGA: TEI 2026 Hadirkan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao, Permudah Buyer Temukan Produk Indonesia

Diikuti 1.873 Perusahaan Barang dan Jasa

Dari sisi peserta, TEI ke-41 akan diikuti 1.873 perusahaan barang dan jasa yang menampilkan beragam produk Indonesia melalui lima zona utama.

Kelima zona tersebut meliputi Zona Makanan, Minuman, dan Produk Pertanian; Zona Manufaktur dan Jasa; Zona Kawasan Industri; Zona Fesyen dan Kerajinan Tangan; serta Zona Perabot dan Dekorasi Rumah.

BACA JUGA: Mengubah Potensi Agribisnis Menjadi Nilai Tambah

Keberagaman sektor yang ditampilkan diharapkan dapat mempertemukan produsen dan eksportir Indonesia dengan calon pembeli internasional dari berbagai industri. Pameran ini juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang kemitraan, memperluas jaringan distribusi, dan membangun kerja sama perdagangan lintas negara.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan optimisme bahwa penyelenggaraan TEI ke-41 dapat mendorong peningkatan kinerja ekspor Indonesia.

Ia berharap para buyer yang hadir dapat menemukan produk-produk unggulan Indonesia sekaligus menjajaki peluang bisnis dengan perusahaan nasional.

BACA JUGA: Meneropong Arah dan Proyeksi Sawit Nasional 2027

“Kami siap menyambut kehadiran buyer dari seluruh dunia untuk hadir pada TEI ke-41. Melalui pameran dagang terbesar di Indonesia ini, buyer dapat mengeksplorasi perdagangan Indonesia, melakukan kolaborasi bisnis, hingga melakukan perjanjian kerja sama antarnegara secara langsung,” kata Puntodewi.

Dengan partisipasi buyer dari 134 negara dan keikutsertaan 1.873 perusahaan barang dan jasa, TEI 2026 diharapkan menjadi salah satu pintu bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar global. Bagi pelaku usaha, pameran ini menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dagang secara langsung dan mengembangkan peluang ekspor di tengah persaingan pasar internasional. (A3)

Pos terkait