Harga CPO Malaysia Turun Empat Sesi, Stok dan Lemahnya Permintaan Jadi Tekanan

AGRICOM
Dok. Agricom (AI) / Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melemah empat sesi berturut-turut pada Rabu (23/9/2026), tertekan ekspektasi kenaikan stok Malaysia dan lemahnya permintaan.
Harga CPO Malaysia kembali melemah untuk sesi keempat berturut-turut ke RM4.739 per ton. Kenaikan stok sawit Malaysia, penurunan ekspor, dan lemahnya permintaan global menekan harga CPO. Di pasar domestik, harga CPO KPBN turun Rp106/kg menjadi Rp15.515/kg.

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Penurunan lebih dari 1% tersebut memperpanjang tren pelemahan CPO untuk sesi keempat berturut-turut, di tengah kekhawatiran pasar terhadap kenaikan stok dan permintaan yang masih lesu.

Dilansir Reuters, kontrak CPO Malaysia untuk pengiriman Desember 2026 turun RM71 per ton atau sekitar 1,48% menjadi RM4.739 per ton pada perdagangan tengah hari. Harga tersebut setara sekitar US$1.163,80 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun ke RM4.810, Terendah Sejak Agustus

Tekanan utama datang dari ekspektasi meningkatnya persediaan minyak sawit Malaysia hingga akhir September. Pelaku pasar memperkirakan stok CPO Malaysia dapat mencapai sekitar 3 juta ton atau bahkan sedikit lebih tinggi.

Kenaikan stok tersebut antara lain dipengaruhi peningkatan produksi yang mencapai dua digit, terutama di negara bagian Sabah. Kondisi tersebut membuat pasar kembali mencermati potensi membesarnya pasokan ketika permintaan belum menunjukkan penguatan yang signifikan.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Rabu (23/9) Naik Rp825, Tembus Rp43.008/Kg

Ekspor Malaysia Masih Jadi Perhatian

Selain prospek kenaikan stok, perkembangan ekspor minyak sawit Malaysia juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Data perusahaan survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–20 September 2026 diperkirakan turun antara 12,8% hingga 24,7% dibandingkan periode 1–20 Agustus 2026. Estimasi tersebut berasal dari survei kargo yang menunjukkan perbedaan angka berdasarkan perusahaan survei.

BACA JUGA: Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kementan Percepat Pengembangan Tebu 1 Juta Hektare

Pelemahan ekspor tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa pertumbuhan pasokan tidak diimbangi permintaan yang memadai. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menekan harga CPO di pasar berjangka Malaysia.

 

Minyak Nabati Pesaing Ikut Melemah

Tekanan terhadap CPO juga datang dari pasar minyak nabati lainnya. Pada perdagangan Rabu, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,61%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,79%.

Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai turun 0,97%. Pergerakan minyak nabati pesaing menjadi perhatian karena CPO bersaing dengan minyak kedelai dan minyak nabati lainnya dalam pasar minyak nabati global.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu (23/9) Turun ke Rp15.515/kg, Pasar Minyak Nabati Rotterdam Melemah

Pelemahan harga minyak mentah turut memberikan tekanan terhadap CPO. Harga minyak mentah yang lebih rendah dapat mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.

 

Impor Sawit Uni Eropa Turun 26%

Dari sisi permintaan global, pasar juga mencermati perkembangan impor minyak sawit di Uni Eropa.

Data Komisi Eropa menunjukkan impor minyak sawit Uni Eropa pada musim 2026/2027 hingga 20 September mencapai sekitar 560 ribu ton. Angka tersebut turun 26% dibandingkan periode yang sama pada musim sebelumnya.

Penurunan impor tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan belum cukup kuat untuk menyerap peningkatan pasokan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton

Harga CPO KPBN Turun Rp106/Kg

Di pasar domestik, harga minyak sawit mentah (CPO) melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp15.515/kg pada Rabu (23/9/2026).

Harga tersebut turun Rp106/kg atau sekitar 0,68% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Selasa (22/9/2026) yang mencapai Rp15.621/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (22/9) WD, Bursa Malaysia Turun 0,97%

Dengan demikian, pelemahan harga CPO terjadi baik di pasar berjangka Malaysia maupun pasar domestik. Pergerakan selanjutnya masih akan bergantung pada perkembangan produksi dan stok Malaysia, realisasi ekspor, serta arah permintaan dari negara konsumen utama.

Pasar juga akan mencermati data terbaru produksi dan ekspor Malaysia untuk melihat apakah kenaikan pasokan berlanjut hingga akhir September atau mulai diimbangi oleh perbaikan permintaan. (A3)

Pos terkait