Harga Karet SGX-SICOM Kamis (24/9) Naik Tajam, Tembus Rp44.196 per Kg

AGRICOM
Dok. Istimewa / Harga karet SGX-SICOM menguat tajam hingga 249,5 US Cent/kg pada Kamis (24/9/2026), mendorong harga indikatif KKK 100% mencapai Rp44.196/kg.
Harga karet SGX-SICOM naik menjadi 249,5 US Cent/kg pada Kamis (24/9/2026). Dengan kurs Rp17.714/US$, harga indikatif KKK 100% mencapai Rp44.196/kg atau naik Rp1.188/kg dalam sehari.

AGRICOM, JAKARTA – Harga karet SGX-SICOM kembali menguat tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Harga karet naik menjadi 249,5 US Cent/kg dari posisi sebelumnya 241,7 US Cent/kg.

Dengan kurs Rp17.714 per dolar AS, harga tersebut setara dengan Rp44.196/kg. Angka ini meningkat Rp1.188/kg dibandingkan harga indikatif pada Rabu (23/9/2026) yang berada di level Rp43.008/kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Rabu (23/9) Naik Rp825, Tembus Rp43.008/Kg

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan kenaikan harga SGX-SICOM tersebut turut mendorong kenaikan harga indikatif karet berdasarkan kadar karet kering (KKK).

“Indikasi harga KKK 100% melonjak menjadi Rp44.196/kg, atau naik Rp1.188/kg dibandingkan Rabu yang berada pada Rp43.008/kg,” ujar Rudi dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Kamis (24/9).

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, penguatan harga karet terlihat dalam empat perdagangan terakhir. Pada 21 September 2026, harga indikatif KKK 100% tercatat Rp41.809/kg.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Selasa (22/9) Kembali Naik, Tembus Rp42.183/Kg

Harga kemudian naik menjadi Rp42.183/kg pada 22 September, kembali meningkat menjadi Rp43.008/kg pada 23 September, dan mencapai Rp44.196/kg pada 24 September 2026.

Meski harga acuan karet menguat, Rudi mengingatkan bahwa harga SGX-SICOM tidak otomatis menjadi harga bersih yang diterima petani di tingkat kebun.

Harga yang diterima petani tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain KKK, mutu bokar, sistem penjualan, biaya produksi, proses penimbangan, serta potongan yang berlaku.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Senin (21/9) Turun Rp426/Kg Jadi Rp41.809

Karena itu, kenaikan harga pasar perlu diikuti dengan peningkatan kualitas bokar agar petani dapat memperoleh nilai jual yang lebih baik.

“Ketika harga pasar menguat, momentum ini harus diikuti dengan mutu bokar yang semakin baik, KKK tinggi, timbangan yang transparan, dan potongan yang wajar,” kata Rudi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu (23/9) Turun ke Rp15.515/kg, Pasar Minyak Nabati Rotterdam Melemah

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

  • KKK 100%: Rp44.196/Kg
  • KKK 70%: Rp30.937/Kg
  • KKK 60%: Rp26.518/Kg
  • KKK 50%: Rp22.098/Kg
  • KKK 40%: Rp17.678/Kg
  • KKK 30%: Rp13.259/Kg

BACA JUGA: Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kementan Percepat Pengembangan Tebu 1 Juta Hektare

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alamBursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah(A3)

Pos terkait