BPS: Kemiskinan Desa Turun Karena Pembangunan Sektor Pertanian

BPS: Kemiskinan Desa Turun Karena Pembangunan Sektor Pertanian
Agricom.id

18 January 2022 , 06:14 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Kepala BPS, Margo Yuwono mengataka, penurunan angka kemiskinan di pedesaan jauh lebih cepat ketimbang penurunan angka kemiskinan di wilayah perkotaan. Menurut Margo, hal ini terjadi karena pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberi perhatiannya pada sektor pertanian.
 
"Memang yang menggembirakan kita adalah penurunan kemiskinan di pedesaan itu turunya lebih cepat. Artinya pemerintah telah berupaya membangun pertanian dan saat ini sudah mulai terasa dampaknya. Jadi penurunan kemiskinan di pedesaan itu jauh lebih cepat dibanding penurunan di perkotaan," ujar Margo dalam Berita Resmi BPS, Senin, 17 Januari 2021.
 
Di pedesaan, kata Margo, penurunan kemiskinan sebesar 0,57 persen yang dihitung dari bulan Maret sampai September 2021. Sedangkan penurunan kemiskinan di perkotaan turun 0,12 persen poin.
 
"Kalau tren ini terus dijaga, maka bisa dipastikan disparitasnya lambat laun akan semakin mengecil antara kota dan desa," katanya.
 
Adapun jika dilihat dari indikator upah buruh tani pada bulan Desember 2021 nominalnya mencapai Rp57.180 perhari. Angka tersebut jika dihitung pertumbuhan secara nomin naik 0,17 persen (MtoM). Sedangkan jika dilihat menurut provinsi upah buruh tani di Indonesia tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Utara yang tercatat mencapai Rp 74.270.
 
Sebagaimana juga yang disampaikan Margo, total ekspor Indonesia selama 2021 naik sebesar 41,88 persen atau tercatat sebesar 231,54 US$. Secara Khusus, ekapor nonmigas Indonesia juga naik sebesar 219,27 US$ atau meningkat sebesar 41,52 persen.
 
"Jadi bapak ibu sekalian kinerja ekspor kita tahun ini cukup menggembirakan dan semoga tren ekspor tahun ini terus naik di tahun 2022. Harapan kita tentu kenaikan ini mampu berkontribusi pada pemulihan ekonomi, juga berdampak langsung pada masyarakat secara keseluruhan," katanya.
 
Margo menambahkan, share ekspor nonmigas Indonesia berdasarkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat mencapai 4,24 US$ atau meningkat 2,86 persen jika dibandingkan tahun 2020.
 
"Dan secara keseluruhan ekspor nonmigas kita sharenya 94,70 persen. Atau secara detail pertanian sharenya 1,83 persen," katanya.
 
Mengenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan terimakasih atas perhatian dan kontribusi semua pihak terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia. Lebih khusus kepada para petani yang selama pandemi terus melakukan produksi.
 
"Alhamdulillah berdasarkan data BPS, NTP kita juga terus meningkat. Ini adalah bukti bahwa sektor pertanian masih jadi penyangga ekonomi kita. Karena itu pemerintah melalui Kementan berkomitmen akan teru membangun pertanian Indonesia jauh lebih maju, mandiri dan modern," tutupnya. (A2)


TOP