CPO Bursa Malaysia Kembali Melemah, Kontrak Desember Tertekan di Level Terendah 8 Pekan

AGRICOM
Dok. Agricom / Kontrak CPO Desember 2026 di Bursa Malaysia kembali melemah pada Selasa (29/9/2026), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut.
Harga CPO Bursa Malaysia kembali melemah pada Selasa (29/9/2026), sementara harga CPO KPBN Inacom turun Rp25/kg menjadi Rp15.050/kg. Tekanan pasar datang dari pelemahan minyak nabati pesaing dan ekspektasi meningkatnya stok sawit Malaysia akibat ekspor September yang diperkirakan menurun.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut dan membawa kontrak acuan ke level terendah dalam delapan pekan.

Dilansir Reuters, kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 turun RM35 per ton atau sekitar 0,75% menjadi RM4.629 per ton hingga jeda perdagangan tengah hari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange. Berdasarkan kurs yang tercantum dalam laporan sumber, harga tersebut setara sekitar US$1.134,56 per ton.

Bacaan Lainnya

Also Read: Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (25/9) Turun 2,07%

Tekanan terhadap harga CPO datang di tengah ekspektasi meningkatnya persediaan minyak sawit Malaysia pada September. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena produksi sawit relatif tinggi, sementara laju ekspor diperkirakan mengalami penurunan.

 

Ekspor Sawit Malaysia September Diperkirakan Melemah

Berdasarkan data surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk sawit Malaysia selama periode 1–25 September 2026 diperkirakan turun sekitar 15,1%–24,3% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Penurunan ekspor tersebut menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar karena berlangsung ketika pasokan sawit Malaysia masih relatif besar.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (25/9) Turun 2,07%

Sebelumnya, persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Agustus telah meningkat ke level tertinggi dalam delapan bulan. Dengan produksi yang tetap tinggi dan ekspor yang lebih rendah, pasar memperhitungkan potensi berlanjutnya akumulasi stok.

Kondisi fundamental tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi posisi perdagangan CPO di Bursa Malaysia. Meningkatnya persediaan umumnya memberikan tekanan terhadap harga ketika pertumbuhan pasokan tidak diimbangi peningkatan permintaan.

 

Minyak Nabati Pesaing Ikut Menekan CPO

Pergerakan harga CPO juga dipengaruhi dinamika pasar minyak nabati lainnya.

Kontrak minyak kedelai atau soyoil paling aktif di Dalian tercatat turun 0,23%, sementara kontrak minyak sawit Dalian melemah lebih dalam sebesar 1,04%.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (29/9) Turun ke Rp15.050/Kg, Bursa Rotterdam Bervariasi

Namun, pergerakan berbeda terlihat di Chicago Board of Trade (CBOT), di mana harga soyoil justru naik 0,72%.

Perbedaan arah tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak nabati global bergerak dengan sentimen yang beragam, dengan perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan pasokan, ekspor, dan persediaan.

 

Harga CPO KPBN Turun Rp25/Kg

Di pasar domestik, harga CPO pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Selasa (29/9/2026) ditetapkan sebesar Rp15.050/kg.

Harga tersebut turun Rp25/kg atau sekitar 0,17% dibandingkan harga perdagangan Senin (28/9/2026) sebesar Rp15.075/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (25/9) Turun Rp515 Jadi Rp15.000/Kg, Bursa Malaysia Anjlok 2,07%

Dengan demikian, pelemahan harga CPO terjadi baik di pasar berjangka Malaysia maupun pada harga tender CPO KPBN pada perdagangan Selasa.

 

Bursa Rotterdam Bergerak Bervariasi

Perdagangan komoditas minyak nabati di Bursa Rotterdam pada Selasa (29/9/2026) bergerak bervariasi.

Harga CPO kontrak Oktober tercatat 1.500, sedangkan kontrak November berada di 1.520.

Pada produk olein (OLE), kontrak Oktober tercatat 1.150, sementara kontrak November berada di 1.160, turun 10 poin. Harga soybean oil (SBO) tercatat turun 27 poin.

BACA JUGA: Kopi Toraja Didorong Jadi Sentra Kopi Sulawesi Selatan, Wagub Fatmawati Perkuat Hilirisasi dan SDM Barista

Sementara itu, crude coconut oil (CNO) kontrak Oktober-November berada di 2.020, turun 30 poin, sedangkan kontrak November-Desember tercatat 2.030.

Untuk palm kernel oil (PKO), kontrak September-Oktober berada di 2.085, naik 5 poin, sedangkan kontrak Oktober-November tercatat 1.850.

Pergerakan tersebut memperlihatkan pasar minyak nabati global masih menghadapi tekanan yang beragam, dengan CPO Malaysia dibayangi prospek kenaikan stok dan pelemahan ekspor sawit pada September.

BACA JUGA: UU Reforma Agraria dan Masa Depan Investasi Sawit

Ringkasan Harga CPO Selasa, 29 September 2026

Pasar Kontrak Harga Perubahan
Bursa Malaysia CPO Desember 2026 RM4.629/ton -RM35 (-0,75%)
KPBN Inacom CPO Rp15.050/kg -Rp25 (-0,17%)
Bursa Rotterdam CPO Oktober 1.500 –
Bursa Rotterdam CPO November 1.520 –
Bursa Rotterdam OLE Oktober 1.150 –
Bursa Rotterdam OLE November 1.160 -10
Bursa Rotterdam SBO -27 -27
Bursa Rotterdam CNO O-N 2.020 -30
Bursa Rotterdam CNO N-D 2.030 –
Bursa Rotterdam PKO S-O 2.085 +5
Bursa Rotterdam PKO O-N 1.850 –

Catatan: Harga Bursa Rotterdam mengikuti satuan dan format data perdagangan yang diberikan. Harga KPBN dalam rupiah/kg dan tidak termasuk PPN.

Pos terkait