Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (25/9) Turun 2,07%

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia dan KPBN tertekan pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Pelemahan Bursa Malaysia mencapai lebih dari 2%, sementara harga CPO KPBN turun 3,32%.
Harga CPO melemah tajam di dua pasar utama pada Jumat (25/9/2026). Kontrak Desember 2026 di Bursa Malaysia turun ke RM4.673 per ton, sedangkan harga CPO KPBN mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.000 per kg.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah tajam pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak CPO acuan Desember 2026 anjlok 2,07% dan ditutup pada RM4.673 per ton, sementara harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) turun Rp515 per kg menjadi Rp15.000 per kg.

Dilansir Reuters, kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 turun RM99 per ton atau sekitar 2,07% menjadi RM4.673 per ton. Harga tersebut sekaligus menjadi level penutupan terendah sejak 3 Agustus 2026 atau dalam lebih dari tujuh pekan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Kamis (24/9) Naik Tipis Jadi RM4.771 per Ton

Tekanan harga CPO Bursa Malaysia semakin terlihat dalam kinerja mingguan. Sepanjang pekan yang berakhir Jumat (25/9), kontrak acuan tersebut tercatat melemah 4,59%, berbalik dari kenaikan 1,74% pada pekan sebelumnya.

Pelemahan tersebut berlangsung di tengah ekspektasi peningkatan produksi minyak sawit yang berpotensi mendorong kenaikan stok. Pada saat yang sama, ekspor yang relatif lemah turut menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan.

 

Kebijakan India Jadi Sentimen Tambahan

Sentimen pasar juga dipengaruhi kebijakan perdagangan minyak nabati India.

Pada Rabu (23/9/2026), pemerintah India memangkas bea masuk dasar untuk impor minyak nabati mentah dan olahan, termasuk minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun Empat Sesi, Stok dan Lemahnya Permintaan Jadi Tekanan

Kebijakan tersebut ditempuh pemerintah India untuk menekan harga minyak pangan domestik di tengah meningkatnya permintaan selama musim perayaan.

Bagi pasar minyak nabati global, kebijakan impor India menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar karena India merupakan salah satu konsumen dan importir minyak nabati terbesar dunia.

Namun, dampak kebijakan tersebut terhadap harga CPO tetap bergantung pada perkembangan permintaan impor, pergerakan harga minyak nabati pesaing, serta kondisi pasokan sawit global.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (25/9) Turun Rp515 Jadi Rp15.000/Kg, Bursa Malaysia Anjlok 2,07%

Harga CPO KPBN Turun Rp515 per Kg

Di pasar domestik, harga CPO yang dipasarkan melalui KPBN juga mengalami tekanan pada Jumat (25/9/2026).

Harga CPO KPBN tercatat withdraw, dengan harga penawaran tertinggi sebesar Rp15.000 per kg.

Level tersebut turun Rp515 per kg atau sekitar 3,32% dibandingkan harga pada Kamis (24/9/2026) yang berada di Rp15.515 per kg.

BACA JUGA: Hari Tani Nasional 2026, Petani Sawit Tuntut B50 Libatkan Koperasi Pekebun

Dengan demikian, pelemahan harga CPO pada perdagangan Jumat berlangsung cukup tajam baik di pasar berjangka Malaysia maupun pasar tender domestik.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan pasar yang semakin kuat menjelang akhir pekan, terutama karena kombinasi ekspektasi peningkatan produksi, lemahnya ekspor, serta potensi bertambahnya persediaan. (A3)

Pos terkait