Musyawarah Nasional II Perpekindo di Palembang menetapkan Asri Lambo sebagai Ketua Umum, Hasrul Harahap sebagai Sekretaris Jenderal, dan Sudirman sebagai Bendahara Umum untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memperjuangkan kepentingan petani kelapa nasional.
AGRICOM, PALEMBANG – Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) menetapkan Asri Lambo sebagai Ketua Umum Perpekindo untuk periode kepengurusan mendatang.
Munas II yang berlangsung di Aula Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Palembang, tersebut turut menetapkan Hasrul Harahap sebagai Sekretaris Jenderal dan Sudirman sebagai Bendahara Umum.
BACA JUGA: Hari Tani Nasional 2026, Petani Sawit Tuntut B50 Libatkan Koperasi Pekebun
Forum nasional itu dihadiri sembilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perpekindo dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain menetapkan kepengurusan baru, Munas II menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyusun agenda strategis dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi petani kelapa.
Usai terpilih sebagai Ketua Umum, Asri Lambo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan peserta Munas. Ia menegaskan, amanah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Perpekindo sebagai wadah aspirasi dan perjuangan petani kelapa di seluruh Indonesia.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh DPW Perpekindo dari berbagai daerah di Indonesia. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan petani kelapa di seluruh tanah air,” ujar Asri, dikutip Agricom dari Kabarindoraya, ditulis Jumat (25/9).
BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton
Menurut Asri, Munas II tidak semata-mata menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi petani kelapa sebagai bagian dari kekuatan ekonomi nasional.
Ia menyebut Indonesia memiliki potensi komoditas kelapa yang besar. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara optimal agar mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi petani.
“Perpekindo harus menjadi rumah besar bagi petani kelapa Indonesia. Ke depan, kami akan memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas petani, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani kelapa,” katanya.
BACA JUGA: Harga Referensi Kakao September 2026 Naik 3,89% Jadi USD5.635,76 per Ton
Asri menambahkan, penguatan organisasi diperlukan agar petani kelapa memiliki posisi yang lebih kuat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menghadapi dinamika sektor perkebunan dan perdagangan komoditas kelapa.
Perkuat Tata Kelola Organisasi
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perpekindo terpilih, Hasrul Harahap, mengatakan hasil Munas II menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan sektor kelapa.
“Hasil Munas II ini menjadi titik awal untuk memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, modern, dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi petani kelapa saat ini,” ujar Hasrul.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (25/9) Turun Rp515 Jadi Rp15.000/Kg, Bursa Malaysia Anjlok 2,07%
Menurutnya, soliditas antar-DPW serta penguatan komunikasi antara pengurus dan anggota menjadi bagian penting dalam menjalankan agenda Perpekindo ke depan.
Senada dengan itu, Bendahara Umum Perpekindo terpilih, Sudirman, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.
“Kami berkomitmen membangun organisasi yang transparan dan akuntabel sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi anggota dan petani kelapa Indonesia,” katanya.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (25/9) Turun 2,07%
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Perpekindo akan menjalankan agenda organisasi untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan penyampaian aspirasi petani kelapa di berbagai daerah.
Munas II juga menjadi pijakan bagi Perpekindo untuk memperkuat sinergi antara petani, organisasi, dunia usaha, dan pemangku kebijakan dalam mendorong pengembangan komoditas kelapa nasional. (A3)
