Harga CPO Desember 2026 di Bursa Malaysia turun ke RM4.612 per ton, terendah sejak 21 Juli 2026, sementara harga CPO KPBN Inacom withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.921 per kg.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada perdagangan Rabu (30/9/2026), sekaligus mencatat penurunan dalam empat sesi perdagangan berturut-turut. Pelemahan tersebut juga membawa kontrak acuan mencatat kinerja bulanan negatif untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.
Dilansir Reuters, kontrak CPO Malaysia untuk pengiriman Desember 2026, yang menjadi kontrak acuan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, ditutup turun RM12 per ton atau sekitar 0,26% menjadi RM4.612 per metrik ton.
BACA JUGA: CPO Bursa Malaysia Kembali Melemah, Kontrak Desember Tertekan di Level Terendah 8 Pekan
Dengan level tersebut, harga CPO berada pada posisi penutupan terendah sejak 21 Juli 2026. Sepanjang September 2026, kontrak tersebut tercatat melemah 5,76%.
Tekanan terhadap harga CPO terutama berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan persediaan minyak sawit. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang periode dengan prospek produksi yang lebih tinggi.
Pergerakan CPO juga berlangsung di tengah penguatan sejumlah minyak nabati pesaing. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 1,32%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat tipis 0,10%.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga tercatat naik 0,06%.
Harga CPO KPBN Turun Rp129 per Kg
Di pasar domestik, harga CPO pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom juga mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Dalam tender KPBN, perdagangan CPO tercatat withdraw (WD) dengan harga penawaran tertinggi sebesar Rp14.921 per kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu 30 September 2026 Turun ke Rp14.921/Kg, Bursa Rotterdam Bergerak Variatif
Harga tersebut turun Rp129 per kg atau sekitar 0,86% dibandingkan harga pada Selasa (29/9/2026) yang berada di level Rp15.050 per kg.
Dengan demikian, pada akhir September, baik pasar CPO Malaysia maupun pasar domestik melalui KPBN sama-sama menunjukkan tekanan harga. Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait perkembangan persediaan, produksi, ekspor, serta arah harga minyak nabati pesaing. (A3)








