Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta jajaran Kementerian Pertanian mempercepat pelaksanaan program strategis seiring bergabungnya Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. Kecepatan kerja Kementan ditargetkan meningkat dari level 150 menjadi 200 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
AGRICOM, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (5/10/2026). Kehadiran Wamentan yang memiliki latar belakang militer tersebut diharapkan memperkuat konsolidasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program strategis pertanian sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Mentan Amran menekankan pentingnya peningkatan kecepatan kerja seluruh jajaran Kementan. Jika sebelumnya kecepatan kerja berada pada level 150, kini ditargetkan meningkat menjadi 200.
BACA JUGA: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan
“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau itu Kopassus. Jadi, kalau sebelumnya speed-nya 150, sekarang menjadi 200. Kita harus lebih cepat lagi, sesuai perintah Bapak Presiden,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom dari laman Kementan, Selasa (6/10).
Menurutnya, tantangan sektor pertanian membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, seluruh jajaran Kementan diminta menjaga ritme kerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program berjalan cepat dan berkelanjutan.
Mentan Amran optimistis kehadiran Muhammad Saleh Mustafa dapat memperkuat konsolidasi internal dan mendorong percepatan program strategis, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
BACA JUGA: Kementan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat PLTB dan Kelompok Tani Peduli Api
“Kami yakin pertanian akan lebih maju ke depan. Kita harus bekerja bersama, mempercepat program, dan memastikan keberlanjutannya. Kita ingin meninggalkan legacy yang baik bagi pertanian Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga mengingatkan seluruh jajaran Kementan agar menjaga semangat pengabdian dan solidaritas. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan tuntutan kerja tinggi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap pegawai, termasuk memastikan ASN yang sakit memperoleh perhatian sesuai ketentuan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga menyangkut seluruh keluarga besar Kementan dan para petani Indonesia.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Senin (5/10) Stabil di Rp14.605, CPO Bursa Malaysia Naik 0,95% ke RM4.578
“Sejatinya, amanah itu datangnya dari Allah SWT. Karena itu, saya dan keluarga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, serta seluruh keluarga besar Kementerian Pertanian,” ujar Wamentan Saleh.
Wamentan mengungkapkan, pengalamannya saat bertugas sebagai Komandan Korem telah memberinya pemahaman mengenai kompleksitas tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, termasuk persoalan penyerapan gabah dan tata niaga hasil pertanian.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan komitmennya untuk ikut membenahi berbagai persoalan di lapangan dan memastikan pembangunan pertanian memberikan manfaat nyata bagi petani.
BACA JUGA: Kementan Targetkan 600 Ribu Sapi Perah Tambahan hingga 2029 untuk Kejar Swasembada Susu Nasional
Menurut Wamentan Saleh, tantangan yang dihadapi sektor pertanian harus dijawab melalui kerja bersama, pemanfaatan teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, serta optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kalau kata Bapak Presiden, impossible menjadi possible. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, melalui ikhtiar dan kerja bersama, insyaallah bisa menjadi mungkin,” katanya.
Wamentan menegaskan kesiapannya untuk mendukung agenda pembangunan pertanian nasional, termasuk memperkuat teknologi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkokoh kedaulatan pangan.
Penyambutan Wamentan ini menjadi momentum penguatan sinergi pimpinan dan seluruh jajaran Kementan untuk meningkatkan kecepatan kerja, memastikan program berjalan berkelanjutan, serta menerjemahkan arahan Presiden menjadi hasil nyata bagi petani dan masyarakat Indonesia. (A3)








