Harga CPO KPBN Inacom pada Selasa (6/10/2026) naik 0,42% menjadi Rp14.666 per kg. Di tengah kenaikan pasar domestik, kontrak CPO Bursa Malaysia Derivatives justru terkoreksi dengan kontrak November 2026 turun RM23 menjadi RM4.457 per ton.
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom kembali menguat pada Selasa (6/10/2026). Harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.666 per kg, naik Rp61 per kg atau sekitar 0,42% dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp14.605 per kg.
Berdasarkan informasi KPBN yang diperoleh Agricom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp14.666 per kg. Sementara harga FOB Talang Duku mencapai Rp14.441 per kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Senin (5/10) Stabil di Rp14.605, CPO Bursa Malaysia Naik 0,95% ke RM4.578
Untuk wilayah Franco Teluk Bayur, harga dibuka pada Rp14.466 per kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp14.389 per kg. Sementara itu, tender CIF Pelabuhan Gresik berada pada Rp14.666 per kg dan berstatus WD, dengan penawaran Rp14.489 per kg.
Pada komoditas turunan sawit, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai ditetapkan Rp27.554 per kg, namun berstatus WD. Penawaran tertinggi tercatat Rp26.180 per kg.
Sementara harga palm kernel (PK) Franco Belawan ditetapkan Rp12.286 per kg.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Naik 0,95% ke RM4.578, CPO KPBN Rp14.605 per Kg
Bursa Malaysia Melemah
Di tengah penguatan harga CPO KPBN, pasar CPO berjangka Malaysia justru bergerak melemah. Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup turun pada Selasa (6/10/2026), setelah aksi ambil untung (profit taking) muncul menyusul penguatan pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip Bernama, kontrak CPO Oktober 2026 turun RM50 menjadi RM4.340 per ton. Kontrak November 2026 melemah RM23 menjadi RM4.457 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 turun RM18 menjadi RM4.560 per ton.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Kontrak Januari 2027 juga terkoreksi RM9 menjadi RM4.663 per ton, sementara kontrak Februari 2027 turun RM3 menjadi RM4.758 per ton. Sebaliknya, kontrak Maret 2027 naik tipis RM2 menjadi RM4.843 per ton.
Koreksi di Bursa Malaysia tersebut terjadi ketika pasar melakukan aksi ambil untung setelah harga menguat pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mewarnai perdagangan CPO regional pada awal pekan.
Dengan demikian, pada perdagangan Selasa (6/10/2026), harga CPO domestik melalui KPBN bergerak berlawanan arah dengan kontrak CPO di Bursa Malaysia, dengan KPBN mencatat kenaikan Rp61 per kg sementara pasar berjangka Malaysia mengalami koreksi.
BACA JUGA: TEI 2026 Hadirkan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao, Permudah Buyer Temukan Produk Indonesia
Berikut rincian tender CPO KPBN pada Selasa (6/10/2026), dalam rupiah per kg dan belum termasuk PPN:
| Komoditas/Lokasi | Harga (Rp/Kg) | Keterangan |
| CPO Franco Dumai | 14.666 | SPC |
| CPO Loco PKS Luwu | — | No Bidder |
| CPO CIF Pel. Gresik | 14.666 | WD, penawaran Rp14.489 – WNI |
| CPO FOB Talang Duku | 14.441 | AGM |
| CPO Franco Teluk Bayur | 14.466 | WD, penawaran tertinggi Rp14.389 – WNI |
| CPO Loco PKS Sei Tapung | 14.427 | AGM |
| CPO Loco PKS Parindu | 14.276 | EUP |
| CPO Loco PKS Ngabang | 14.291 | EUP |
| CPO Loco PKS Kembayan | 14.166 | EUP |
(A3)
