Harga Karet SGX–SICOM Rabu (7/10) Turun Tipis, Masih Bertahan di Rp46.368 per Kg

AGRICOM
Dok. Istimewa / Harga karet SGX–SICOM Rabu (7/10/2026) turun tipis Rp54 menjadi Rp46.368 per kg, namun masih naik 3,57% dibandingkan 30 September 2026.
Harga karet SGX–SICOM pada Rabu (7/10/2026) terkoreksi tipis Rp54 menjadi Rp46.368 per kg. Penurunan dipengaruhi pelemahan harga SICOM dan perubahan kurs, sementara harga masih lebih tinggi Rp1.598 per kg dibandingkan 30 September 2026.

AGRICOM, PALEMBANG — Harga karet acuan SGX–SICOM pada Rabu (7/10/2026) mengalami koreksi tipis sebesar Rp54 per kg menjadi Rp46.368 per kg, dari posisi sehari sebelumnya Rp46.422 per kg.

Harga tersebut setara dengan 260,2 US Cent per kg, dengan kurs yang digunakan sebesar Rp17.820 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Selasa (6/10) Naik Rp510, Tembus Rp46.422 per Kg

Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan koreksi harga karet pada perdagangan hari ini masih tergolong kecil dan belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan.

“Harga karet pada Rabu, 7 Oktober 2026 mengalami koreksi tipis Rp54/kg, dari Rp46.422/kg menjadi Rp46.368/kg,” ujar Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Rabu (7/10).

Menurutnya, koreksi tersebut terjadi seiring harga SICOM yang turun tipis dari 260,4 menjadi 260,2 US Cent per kg. Pada saat yang sama, kurs bergerak dari Rp17.827 menjadi Rp17.820 per dolar AS.

BACA JUGA: TEI 2026 Hadirkan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao, Permudah Buyer Temukan Produk Indonesia

“Koreksi sebesar Rp54/kg atau sekitar 0,12% masih sangat kecil. Karena itu, kondisi hari ini lebih tepat disebut koreksi wajar atau konsolidasi, bukan perubahan tren besar,” jelasnya.

 

Harga Karet Masih Menguat

Meskipun mengalami penurunan harian, harga karet pada Rabu masih berada di atas level akhir September.

Jika dibandingkan dengan harga pada 30 September 2026 sebesar Rp44.770 per kg, harga indikatif Rabu ini masih lebih tinggi Rp1.598 per kg atau sekitar 3,57%.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (30/9) Turun Lagi Menjadi Rp44.770 per Kg

Pergerakan tersebut menunjukkan harga karet masih mempertahankan penguatan dalam periode sepekan, meski pada perdagangan terbaru mengalami koreksi tipis.

Rudi menilai kenaikan harga karet global perlu terus dikawal agar memberikan dampak yang lebih baik terhadap pendapatan petani di tingkat kebun.

Menurutnya, selain faktor harga global, kualitas bahan olah karet (bokar) dan transparansi dalam transaksi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai yang diterima petani.

BACA JUGA: Wamentan Saleh Mustafa: Kedaulatan Pangan dan Pemberantasan Mafia Pangan Jadi Prioritas

“Bagi petani karet, kenaikan harga global tetap harus dikawal agar tercermin di tingkat kebun. KKK tinggi, mutu bokar, timbangan transparan, kompetisi pembeli, dan potongan yang wajar menjadi kunci agar petani mendapatkan nilai yang lebih baik,” pungkasnya.

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

  • KKK 100%: 46.368/Kg
  • KKK 70%: Rp32.458/Kg
  • KKK 60%: Rp27.821/Kg
  • KKK 50%: Rp23.184/Kg
  • KKK 40%: Rp18.547/Kg

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alamBursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

Pos terkait