Harga CPO KPBN Rabu 7 Oktober 2026 Turun ke Rp14.625/Kg, Bursa Malaysia Melemah

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO KPBN Inacom turun Rp41 menjadi Rp14.625 per kg pada Rabu (7/10/2026), sementara kontrak CPO Desember 2026 di Bursa Malaysia melemah 0,79% ke RM4.524 per ton.
Harga CPO KPBN Inacom pada Rabu (7/10/2026) turun Rp41 menjadi Rp14.625 per kg. Di Bursa Malaysia, kontrak CPO Desember 2026 kembali melemah 0,79% ke RM4.524 per ton akibat kekhawatiran lonjakan persediaan minyak sawit Malaysia.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dipasarkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom turun pada Rabu (7/10/2026). Harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.625 per kg, turun Rp41 per kg atau sekitar 0,28% dibandingkan harga Selasa (6/10/2026) sebesar Rp14.666 per kg.

Berdasarkan informasi KPBN yang diperoleh Agricom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp14.625 per kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp14.375 per kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (6/10) Naik Jadi Rp14.666/Kg, Bursa Malaysia Melemah

Untuk Franco Teluk Bayur, harga dibuka pada Rp14.425 per kg, tetapi transaksi mengalami withdraw (WD). Penawaran tertinggi tercatat Rp14.328 per kg.

Di pasar CPKO, harga Franco Dumai tercatat Rp27.443 per kg dan berstatus WD. Penawaran tertinggi berada pada Rp26.200 per kg.

 

Bursa Malaysia Kembali Melemah

Pelemahan harga CPO KPBN terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar berjangka Bursa Malaysia Derivatives. Harga kontrak CPO turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu (7/10/2026).

Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM36 per ton atau 0,79% menjadi RM4.524 per ton, setara sekitar US$1.107,20 per ton.

BACA JUGA: Kontrak CPO Bursa Malaysia Selasa (6/10) Turun, Harga KPBN Naik Tipis

Tekanan harga CPO terutama dipicu kekhawatiran terhadap meningkatnya persediaan minyak sawit Malaysia. Berdasarkan survei Reuters, persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada September 2026, melampaui rekor yang tercatat pada Desember 2018.

Peningkatan stok tersebut terjadi setelah produksi minyak sawit Malaysia diperkirakan melonjak ke level rekor, sementara permintaan ekspor masih relatif lesu.

Meski demikian, penguatan harga minyak mentah dunia turut membatasi penurunan harga CPO. Pergerakan harga minyak nabati dan energi menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pelaku pasar.

BACA JUGA: Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Di pasar minyak nabati lainnya, harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade turun 0,64%.

Sementara itu, Bursa Komoditas Dalian tidak beroperasi pada Rabu karena libur nasional dan dijadwalkan kembali dibuka pada Kamis (8/10/2026).

 

Rincian Tender KPBN 7 Oktober 2026

Berikut hasil tender CPO dan CPKO KPBN pada Rabu (7/10/2026), dengan harga Rp per kg dan belum termasuk PPN:

Komoditas Lokasi Harga Keterangan
CPO Franco Dumai Rp14.625 CTI
CPO Loco PKS Luwu — No Bidder
CPO CIF Pel. Gresik Rp14.625 WD, penawaran Rp14.389 – WNI
CPO FOB Talang Duku Rp14.375 EUP
CPO Franco Teluk Bayur Rp14.425 WD, penawaran tertinggi Rp14.328 – WIM
CPO Loco PKS Parindu Rp14.235 EUP
CPO Loco PKS Ngabang Rp14.250 EUP
CPO Loco PKS Kembayan Rp14.125 EUP
CPKO Franco Dumai Rp27.443 WD, penawaran tertinggi Rp26.200 – PII

Pergerakan harga CPO KPBN dan Bursa Malaysia pada Rabu menunjukkan tekanan yang masih kuat di pasar sawit. Perkembangan persediaan, produksi, ekspor, serta pergerakan harga minyak mentah dan minyak nabati global akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga CPO berikutnya. (A3)

Pos terkait