AGRICOM, TANGERANG — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas promosi komoditas perkebunan nasional dan memperkuat akses pasar internasional. Melalui booth promosi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026, BPDP memperkenalkan peran dan dukungannya terhadap pengembangan industri perkebunan Indonesia dari hulu hingga hilir.
Dilansir Agricom dari BPDP, dalam pameran perdagangan internasional tersebut, BPDP berkolaborasi dengan lima asosiasi industri, yakni Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Pengusaha Oleokimia Indonesia (APOLIN), Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), dan Asosiasi Industri Kakao Indonesia (Askindo).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BPDP dan pelaku industri dalam memperkenalkan potensi komoditas perkebunan Indonesia kepada pembeli serta mitra bisnis dari berbagai negara.
BACA JUGA: Mendag Busan Tutup TEI 2026, Potensi Transaksi Tembus USD 22,94 Miliar Lampaui Target 31,1 Persen
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pengusaha asal Tiongkok dan sejumlah asosiasi industri Indonesia, yaitu GAPKI, HIPKI, dan Askindo. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Kesepakatan ini menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.
BACA JUGA: Agricom Raih Penghargaan Bronze TEI 2026 dari Kemendag dan Debindo
BPDP Dorong Kolaborasi dan Perluasan Pasar
Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, mengatakan partisipasi BPDP dalam TEI 2026 merupakan bagian dari strategi memperluas promosi industri perkebunan sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Melalui Trade Expo Indonesia 2026, BPDP berupaya memperkenalkan berbagai program dan dukungan BPDP dalam pengembangan industri perkebunan Indonesia, sekaligus mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kolaborasi dengan asosiasi menjadi penting agar potensi komoditas perkebunan Indonesia, baik kelapa sawit, kelapa, maupun kakao, dapat semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Aida.
BACA JUGA: PT Oxytane Mitra Indonesia: Hadirkan Solusi Aditif Bahan Bakar Berstandar Global Tanpa Emisi Karbon
Menurutnya, keterlibatan asosiasi dalam booth BPDP diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi mengenai potensi industri perkebunan nasional. Informasi tersebut mencakup pengembangan sektor hulu, peningkatan nilai tambah melalui industri hilir, hingga peluang investasi dan perdagangan di pasar global.
Sinergi antara BPDP, asosiasi, dan pelaku usaha juga diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi komoditas perkebunan Indonesia, sehingga peluang kerja sama tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dapat berlanjut menjadi kemitraan bisnis yang konkret.
Raih Penghargaan Booth Terbaik Ketiga
Selain memfasilitasi promosi dan penjajakan kerja sama bisnis, partisipasi BPDP dalam TEI 2026 juga menghasilkan capaian berupa penghargaan sebagai booth terbaik ketiga.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya BPDP dalam menyajikan informasi mengenai program, kontribusi, dan dukungannya terhadap pengembangan industri perkebunan nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
BACA JUGA: 10 UMKM Raih UKM Pangan Award 2026, Kemendag Buka Akses ke Ritel Modern
TEI merupakan salah satu ajang promosi perdagangan internasional yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis dari berbagai negara. Bagi industri perkebunan, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk, menjajaki kemitraan, serta mengidentifikasi peluang pasar dan investasi.
Melalui keikutsertaan dalam TEI 2026, BPDP menegaskan komitmennya mendukung pengembangan ekosistem perkebunan yang terintegrasi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
BPDP berharap kolaborasi yang terbangun selama pameran dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan nasional sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi para pekebun Indonesia. (A3)
