Harga CPO Bursa Malaysia menguat di seluruh kontrak pada Jumat (23/10/2026), didukung permintaan ekspor yang membaik, kenaikan harga energi, dan penguatan minyak kedelai. Namun, tingginya stok minyak sawit Malaysia membatasi kenaikan harga. Di pasar domestik, harga tender CPO KPBN Inacom naik Rp82/kg menjadi Rp15.200/kg.
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan penguatan pada Jumat (23/10/2026). Seluruh kontrak yang diperdagangkan ditutup menguat, didukung prospek permintaan ekspor yang lebih baik dan kenaikan harga minyak nabati pesaing.
Mengutip Bernama, kontrak CPO November 2026 naik RM36 menjadi RM4.587 per ton. Kontrak Desember 2026 menguat RM38 menjadi RM4.733 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (23/10) Naik Rp82 Jadi Rp15.200/kg, Rotterdam Menguat
Untuk kontrak Januari 2027, harga naik RM26 menjadi RM4.818 per ton, sedangkan kontrak Februari menguat RM17 menjadi RM4.902 per ton. Kontrak Maret naik RM9 menjadi RM4.976 per ton, sementara kontrak April bertambah RM10 menjadi RM5.030 per ton.
Aktivitas perdagangan juga meningkat. Volume transaksi naik menjadi 91.028 lot dari 78.548 lot pada Kamis (22/10/2026). Sementara itu, jumlah kontrak terbuka (open interest) bertambah menjadi 341.116 kontrak dari sebelumnya 336.766 kontrak.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (22/10) Naik Tipis Jadi Rp15.130 per Kg
Permintaan Ekspor Topang Harga CPO
David Ng, pedagang eksklusif dari Iceberg X Sdn Bhd, mengatakan sentimen pasar mendapat dukungan dari kenaikan harga energi dan penguatan kontrak berjangka minyak kedelai. Namun, tingginya persediaan minyak sawit Malaysia masih membatasi ruang kenaikan harga.
“Namun, tingginya persediaan minyak sawit Malaysia terus membatasi kenaikan harga,” ujar Ng kepada Bernama.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Kontrak November Naik RM80 per Ton
Dari sisi permintaan, Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Council/MPOC) memperkirakan India akan meningkatkan ketergantungan pada impor minyak sawit dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi kebutuhan minyak nabatinya.
Permintaan dari India berpotensi meningkat seiring upaya pembeli mengisi kembali persediaan setelah perayaan Deepavali pada November.
China juga berpeluang memberikan tambahan dukungan bagi permintaan minyak sawit. Menurut MPOC, berkurangnya pasokan kedelai dari Brasil dapat mendorong peningkatan konsumsi minyak sawit di pasar China.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (23/10) Turun Rp149, Jadi Rp45.665/kg
Prospek ekspor yang lebih baik dan penguatan harga minyak nabati pesaing memberikan dukungan terhadap pergerakan kontrak berjangka CPO Malaysia. Meski demikian, tingginya persediaan minyak sawit domestik masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga lebih lanjut.
Harga Tender CPO KPBN Inacom Naik Rp82/kg
Di pasar domestik Indonesia, harga tender CPO KPBN Inacom pada Jumat (23/10/2026) naik Rp82/kg menjadi Rp15.200/kg untuk penyerahan Franco Dumai.
Harga tersebut meningkat dari penawaran tertinggi Rp15.118/kg pada perdagangan Kamis (22/10/2026).
BACA JUGA: S’RASA Raup Transaksi USD 31,14 Juta di TEI 2026, Produk Rempah Indonesia Bidik Pasar Global
Penguatan harga kontrak berjangka CPO Malaysia yang diikuti kenaikan harga tender KPBN Inacom menunjukkan pergerakan harga minyak sawit yang lebih kuat pada akhir pekan.
Meski demikian, keberlanjutan penguatan harga masih akan bergantung pada realisasi permintaan ekspor, perkembangan persediaan minyak sawit, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing di pasar global. (A3)







