PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bekerja sama dengan CV Smart Batik Indonesia mengembangkan ekosistem batik sawit di Yogyakarta. Pemanfaatan palm stearin dan asam stearat sebesar 10–15% dalam lilin batik diharapkan meningkatkan kenyamanan pembatik, mengurangi residu limbah, dan membuka peluang usaha bagi UMKM.
AGRICOM, YOGYAKARTA — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart Batik Indonesia untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif batik sawit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas pemanfaatan produk turunan kelapa sawit sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Sleman, DIY. Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agrinas Palma Nusantara, Gatut Mukti, serta Kepala Subdivisi TJSL, Nurhasanah Shihab.
Dalam keterangan yang diterima Agricom Sabtu (24/10). Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem industri kreatif batik sawit yang mencakup peningkatan keterampilan sumber daya manusia, penguatan pusat produksi, inovasi produk dan motif, serta pengembangan produk turunan sawit berbasis wastra.
Batik Sawit sendiri merupakan inovasi yang dikembangkan oleh CV. Smart Batik Indonesia sejak tahun 2023 akhir, dimana batik yang diproduksi dibuat menggunakan lilin batik/ malam yang memanfaatkan produk turunan sawit berupa palm sterain ataupun asam stearat sebagai salah satu bahan penyusun, yang dapat menggantikan kendal/minyak hewani dan sebagian parafin.
Penggunaan bahan dari sawit yang berkisar 10-15% tersebut sudah mampu memberikan keunggulan dari lilin bati konvensional, seperti lebih nyaman di pernafasan pembatik, lebih lancar ketika digunakan, serta menghasilkan residu limbah yang lebih kecil.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Kerja sama ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Ekosistem Industri Kreatif Batik Sawit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Cakupannya meliputi peningkatan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pusat produksi, inovasi produk dan motif, serta pengembangan produk turunan sawit berbasis wastra.
Program tersebut juga mencakup edukasi batik sawit kepada generasi muda melalui Batik Sawit Goes to School, promosi dan penguatan pasar di wilayah operasional sawit melalui Batik Sawit Goes to Palm Oil Region, serta pengembangan motif khusus Agrinas Palma sebagai identitas bersama.
Melalui kolaborasi ini, Agrinas Palma Nusantara mendorong pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan memperkuat keterampilan, kreativitas, serta peluang pengembangan usaha. Pengembangan batik sawit diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pertumbuhan industri kreatif.
BACA JUGA: HR Biji Kakao Oktober 2026 Naik 7,49% Jadi USD 6.057,87, HPE USD 5.686 per MT, BK dan PE 7,5%
Agrinas Palma Nusantara berkomitmen untuk terus menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui sinergi dengan lembaga pendidikan dan mitra usaha, perusahaan berupaya memperluas manfaat kehadirannya bagi masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan Indonesia. (A3)







