Harga CPO 28 Oktober 2026: Malaysia Turun ke RM4.687, Rotterdam Turun US$20, KPBN Naik ke Rp15.100/kg

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO dunia bergerak beragam pada 28 Oktober 2026. Bursa Malaysia turun tiga hari berturut-turut ke RM4.687 per ton, harga CPO KPBN Inacom naik menjadi Rp15.100/kg, sementara CPO Rotterdam melemah US$20 per ton.
Harga CPO Malaysia turun 0,3% ke RM4.687 per ton meski ekspor minyak sawit naik hingga 67,7%. CPO Rotterdam terkoreksi US$20 per ton untuk kontrak November dan Desember. sedangkan harga tender CPO KPBN Inacom naik Rp212 menjadi Rp15.100/kg.

AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup melemah pada Rabu (28/10/2026), sekaligus memperpanjang penurunan selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Pelemahan terjadi meskipun permintaan ekspor masih kuat menjelang peningkatan pembelian untuk memenuhi kebutuhan perayaan Diwali di India.

Dilansir Reuters, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Januari 2027 turun RM14 per ton atau 0,3% menjadi RM4.687 per ton pada penutupan perdagangan. Harga tersebut setara dengan US$1.149,90 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia 27 Oktober 2026 Turun, Kontrak Januari RM4.701 per Ton dan KPBN Inacom WD Rp14.888/kg

Tekanan harga terjadi di tengah prospek ekspor yang membaik. Lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–25 Oktober 2026 meningkat antara 46,9% hingga 67,7% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Kenaikan ekspor tersebut mencerminkan kuatnya permintaan pasar, termasuk potensi peningkatan pembelian dari India menjelang perayaan Diwali. Namun, sentimen positif dari sisi permintaan belum cukup kuat untuk mendorong harga CPO kembali menguat pada penutupan perdagangan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT

Harga Minyak Mentah Naik, Pasar Minyak Nabati Bervariasi

Dari pasar energi, harga minyak mentah naik lebih dari 1% setelah serangan terhadap sebuah kilang minyak di Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran terhadap risiko pasokan di tengah konflik Timur Tengah. Arab Saudi merupakan salah satu negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.

Kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Ketika harga bahan bakar fosil menguat, minyak nabati dapat menjadi alternatif yang lebih menarik untuk kebutuhan energi, meskipun pergerakan harga CPO juga dipengaruhi faktor pasokan, permintaan, dan persaingan dengan minyak nabati lainnya.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (28/10) Turun Rp266 Menjadi Rp46.022 per Kg

Sementara itu, pergerakan harga minyak nabati di bursa lain berlangsung beragam. Di Bursa Komoditas Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan menguat 0,65%, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,4%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,24%.

Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak nabati masih merespons kombinasi faktor permintaan ekspor, prospek pasokan, harga energi, dan persaingan antarkomoditas.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom 28 Oktober 2026 Naik ke Rp15.100/kg, Bursa Rotterdam Turun

Harga CPO Bursa Rotterdam Turun US$20 per Ton

Harga CPO di Bursa Rotterdam ditutup melemah pada Rabu. Kontrak November tercatat US$1.550 per ton, turun US$20, sedangkan kontrak Desember berada di US$1.570 per ton, juga terkoreksi US$20.

Pelemahan turut terjadi pada olein (OLE). Kontrak November turun US$17,5 menjadi US$1.132,5 per ton, sedangkan kontrak Desember melemah US$15 menjadi US$1.165 per ton.

Sementara itu, harga minyak kelapa (coconut oil/CNO) untuk kedua posisi kontrak turun US$10 per ton, dan minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) melemah US$50 per ton.

BACA JUGA: Gandeng Kemendag, PTPN IV PalmCo Perluas Ekspor Sawit, Karet, Kopi, Teh, dan Gambir di TEI 2026

Harga CPO KPBN Inacom Naik Rp212/kg

Berbeda dengan pelemahan di Bursa Malaysia dan Rotterdam, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom justru meningkat pada Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data KPBN Inacom yang diperoleh Agricom, harga penawaran tertinggi CPO pada Selasa (27/10/2026) tercatat Rp14.888/kg. Pada perdagangan Rabu, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.100/kg atau naik Rp212/kg, setara dengan kenaikan sekitar 1,42%.

BACA JUGA: IPOC 2026: GAPKI Bahas Harga Sawit 2027, Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Geopolitik Global

Kenaikan harga tender domestik tersebut menunjukkan pergerakan yang berbeda dari pasar berjangka Malaysia. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh kondisi penawaran dan permintaan pada masing-masing pasar, lokasi penyerahan, serta mekanisme pembentukan harga.

Dengan demikian, pasar CPO pada Rabu memperlihatkan arah harga yang berbeda antara pasar berjangka Malaysia, Rotterdam dan tender domestik Indonesia. Bursa Malaysia melemah untuk hari ketiga berturut-turut, sementara harga tender CPO KPBN Inacom menguat di tengah prospek ekspor minyak sawit Malaysia yang meningkat. (A3)

Pos terkait