Direktur Market Transformation RSPO, Dr. Inke van der Sluijs, meminta anggota RSPO meningkatkan pembelian Kredit RSPO dari petani bersertifikat melalui platform PRISMA. Pembeli juga didorong memberikan harga kredit yang wajar agar petani memperoleh insentif ekonomi dari praktik perkebunan berkelanjutan.
AGRICOM, JAKARTA – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mendorong seluruh anggotanya, khususnya perusahaan pembeli minyak sawit, meningkatkan penyerapan Kredit RSPO yang dihasilkan petani swadaya bersertifikat. Dukungan pasar melalui pembelian kredit dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Direktur Market Transformation RSPO, Dr. Inke van der Sluijs, mengatakan keberhasilan penerapan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan komitmen petani dalam memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi. Diperlukan dukungan nyata dari pembeli dan pelaku pasar global agar upaya tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi petani, dilansir Agricom dari InfoSAWIT, Minggu (8/11/2026).
BACA JUGA: RSPO RT2026: Solidaridad dan Henkel Raih RSPO Excellence Award, atas Kolaborasi Sawit Berkelanjutan
Menurut Inke, pembelian Kredit RSPO merupakan salah satu bentuk dukungan konkret yang dapat dilakukan oleh anggota RSPO untuk memberikan apresiasi terhadap upaya petani dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan.
“Dukungan nyata untuk membeli Kredit RSPO hasil petani sawit berkelanjutan masih dibutuhkan dari pembeli anggota RSPO,” ujar Inke.
Menurut Inke, masih ada keraguan dari sebagian pembeli, karena kredit petani belum mendapatkan pengakuan pasar global secara luas. Namun sebagai organisasi yang bersifat keanggotaan sukarela, para anggota RSPO bisa saling mendukung dengan membeli kredit RSPO yang dihasilkan petani sawit berkelanjutan.
BACA JUGA: RSPO Beri Penghargaan kepada 45 Kelompok Petani Swadaya, Indonesia Dominasi Sertifikasi Global
Terlebih capaian kerja yang dihasilkan petani sawit dalam mengelola perkebunan kelapa sawit berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan, perlu mendapatkan apresiasi multi pihak secara nyata, caranya dengan membeli kredit RSPO yang dihasilkan petani sawit.
Hasil kredit yang dihasilkan petani sawit berkelanjutan bisa dilacak secara transparan dan dibeli melalui sistem sertifikasi, perdagangan, dan keterlacakan (CTTS) resmi RSPO. Para multi pihak anggota RSPO lainnya, khususnya pembeli minyak sawit, bisa membeli kredit RSPO yang dihasilkan petani melalui aplikasi PRISMA yang langsung berhubungan dengan petani kelapa sawit berkelanjutan.
“Pentingnya membeli kredit RSPO yang dihasilkan petani sebagai dukungan bagi nyata bagi petani sawit berkelanjutan”, ujar Inke menegaskan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat 6 November 2026 WD, Bursa Malaysia Anjlok 2,72% ke RM4.258 per Ton
Kendati besaran insentif kredit yang diberikan bergantung kesepakatan bisnis, namun Inke mendorong pembeli kredit RSPO petani untuk membeli harga kredit yang wajar guna membantu kesejahteraan petani sawit. “Jangan terlalu menekan harga kredit RSPO petani semurah mungkin, melainkan beri dukungan bagi petani dengan harga pembelian yang wajar dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup petani”, ungkapnya menjelaskan.
Pasalnya, keberlangsungan pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, sangat bergantung dari dukungan pembelian kredit RSPO yang dihasilkan petani sawit. “Kami terus mengajak keterlibatan semua anggota RSPO, guna membantu kesejahteraan hidup petani sawit”, jelasnya.
Di sela-sela kesibukannya beraktivitas dalam rangkaian kegiatan RT 2026 RSPO, Inke juga berdiskusi dengan para anggota lainnya, guna mendorong penyerapan CSPO menjadi lebih besar di pasar global termasuk pasar Indonesia. “Kami berharap kepada semua anggota untuk mau terlibat dan mendukung petani sawit berkelanjutan menjadi lebih sejahtera di masa depan”, tandasnya. (A3)







