Harga Karet SGX-SICOM Selasa (1/9) Turun Rp426, Kembali di Bawah Rp42 Ribu per Kg

AGRICOM
Dok. Istimewa / Harga karet SGX–Sicom terkoreksi menjadi 237,4 US Cent/kg pada awal September, membuat harga KKK 100 persen turun menjadi Rp41.918/kg.

AGRICOM, JAKARTA — Harga karet acuan SGX–Sicom terkoreksi pada awal September 2026. Pada perdagangan Selasa (1/9), harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen turun Rp426 per kilogram menjadi Rp41.918 per kilogram, dari sebelumnya Rp42.344 per kilogram pada Senin (31/8).

Harga karet SGX–Sicom pada Selasa tercatat 237,4 US Cent per kilogram, setara Rp41.918 per kilogram dengan kurs Rp17.657 per dolar AS. Sehari sebelumnya, harga berada di level 240,4 US Cent per kilogram dengan kurs Rp17.614 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan koreksi harga tersebut menunjukkan pasar karet kembali mengalami tekanan setelah sebelumnya mampu menembus level Rp42 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Update Harga Karet SGX Sicom Kamis (4/12): Turun Rp182/kg, Tertinggi Rp28.348/kg

Penurunan harga dalam rupiah terutama dipengaruhi pelemahan harga SGX–Sicom dari 240,4 menjadi 237,4 US Cent per kilogram. Sementara itu, kurs bergerak naik dari Rp17.614 menjadi Rp17.657 per dolar AS. Penguatan kurs tersebut belum mampu mengimbangi penurunan harga karet di bursa.

“Pergerakan harga karet tetap perlu dicermati karena harga internasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga di tingkat domestik,” ujar Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Selasa (1/9).

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton

– KKK 100%: Rp41.918,-/Kg

– KKK 70%: Rp29.343,-/Kg

– KKK 60%: Rp25.151,-/Kg

– KKK 50%: Rp20.959,-/Kg

– KKK 40%: Rp16.767,-/Kg

– KKK 30%: Rp12.575,-/Kg

BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan PP Baru Tata Kelola Ekspor SDA, Sawit Wajib Lewat BUMN

Rudi menilai, selain perkembangan harga bursa, kualitas bahan olah karet rakyat (bokar) tetap menjadi faktor penting dalam menentukan harga jual di tingkat petani.

“Menjaga mutu bokar tetap penting agar harga yang diterima petani dapat lebih optimal, terutama ketika harga pasar sedang mengalami koreksi,” kata Rudi.

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

Pos terkait