AGRICOM, JAKARTA — Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga swasembada pangan nasional di tengah tantangan sektor pertanian dan dinamika iklim. Komisi yang membidangi pertanian tersebut juga mendorong agar anggaran Kementan pada 2027 diperkuat untuk menjaga capaian tersebut.
Apresiasi itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026).
Alien menilai Kementan memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras dan jagung, tetap terjaga.
BACA JUGA: Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Targetkan Tanam Tiga Kali di Musim Kemarau
“Pada prinsipnya kami Partai Golkar menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, pada saat ini juga Pak Menteri Pertanian. Dengan suasana dan iklim yang luar biasa, tapi pertanian menjadi salah satu kementerian yang menjaga bahwa swasembada pangan itu tetap terjaga,” kata Alien, dikutip Agricom dari laman Kementan, Jumat (4/9).
Menurutnya, kinerja tersebut layak diapresiasi karena Kementan mampu mempertahankan swasembada pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
“Mungkin kita memberikan apresiasi dan applause,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (3/9), Turun Menjadi Rp41.161 per Kg
Anggaran Kementan 2027 Didorong Diperkuat
Selain memberikan apresiasi, Alien mendorong penguatan anggaran Kementan pada 2027. Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai diperlukan agar pemerintah dapat mempertahankan sekaligus memperkuat capaian swasembada pangan.
“Saya yakin di tangan Pak Menteri dengan anggaran sekitar Rp28 triliun ini bisa menjadi salah satu pacuan untuk bisa menjadi Indonesia tetap bisa mempertahankan swasembada, khususnya di beras dan jagung dan juga beberapa lainnya,” ujar Alien.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (3/9) Naik ke Rp16.098/Kg, CIF Rotterdam US$1.600/Ton
Ia berharap anggaran Kementan tidak berhenti pada besaran yang terbatas, tetapi mampu menjadi instrumen untuk mendorong keberlanjutan pembangunan pertanian nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pertanian kalau bisa mendapat tambahan anggaran karena sangat luar biasa kerjanya,” katanya.
Alien menilai kebutuhan anggaran semakin penting karena cakupan agenda swasembada pangan kini tidak hanya berfokus pada beras dan jagung. Bawang putih, kata dia, juga menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam perhatian pemerintah.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Turun pada 3 September 2026, KPBN Inacom Naik Tipis
“Apalagi disampaikan Ibu Ketua Komisi IV, ada komoditas yang menjadi tambahan untuk swasembada yaitu bawang putih. Banyak sekali yang harus diperhatikan,” ujar Alien.
Kementan Fokus Perkuat Kedaulatan Pangan
Dalam rapat yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan ketahanan dan swasembada pangan menjadi bagian penting dari arah pembangunan pertanian nasional.
Menurut Amran, pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Kembali Naik, Tertinggi Rp3.913,49/Kg
“Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Ke depan pemerintah akan terus memperkuat kemandirian pangan,” kata Amran.
Dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2027, Amran menjelaskan bahwa program kerja Kementan diarahkan untuk mendukung agenda kedaulatan pangan sebagai salah satu prioritas nasional.
“Rencana kerja pemerintah Kementerian Pertanian tahun 2027 diarahkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional, yaitu klaster kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan berintegrasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan untuk 1.560 Warga Terdampak Gempa NTT
Pengembangan tersebut mencakup sejumlah komoditas pangan strategis, antara lain padi, kedelai, jagung, dan bawang putih. Selain itu, Kementan juga mengarahkan program pada pengembangan kawasan perkebunan dan peningkatan produksi peternakan.
Amran mengatakan penguatan sektor pertanian tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, pendapatan petani, substitusi impor, serta daya saing ekspor nasional.
“Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Amran. (A3)
