Harga penawaran tertinggi CPO KPBN Inacom pada Kamis (1/10/2026) turun Rp321 menjadi Rp14.600/kg. Di Bursa Malaysia, kontrak CPO Desember 2026 melemah RM57 menjadi RM4.553 per ton atau mencapai level terendah dalam 11 pekan.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali melemah pada Kamis (1/10/2026). Dalam tender tersebut, harga penawaran tertinggi tercatat Rp14.600/kg dengan status withdraw (WD).
Harga tersebut turun Rp321/kg atau sekitar 2,15% dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (30/9/2026) yang mencapai Rp14.921/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu 30 September 2026 Turun ke Rp14.921/Kg, Bursa Rotterdam Bergerak Variatif
Berdasarkan data KPBN yang di dapat Agricom, harga CPO di Franco Belawan dibuka Rp14.840/kg dan kemudian withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.600/kg. Sementara itu, FOB Talang Duku dibuka Rp14.590/kg dengan penawaran tertinggi Rp14.345/kg.
Di Franco Teluk Bayur, harga pembukaan tercatat Rp14.640/kg dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.331/kg.
Bursa Malaysia Terendah 11 Pekan
Di pasar global, harga CPO berjangka di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada perdagangan Kamis (1/10/2026) dan ditutup pada level terendah dalam 11 pekan.
Mengutip Reuters, kontrak CPO acuan Desember 2026 turun RM57 per ton atau 1,24% menjadi RM4.553 per ton, setara sekitar US$1.115,11 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia dan KPBN Kembali Melemah, September Ditutup dengan Tekanan
Pelemahan harga CPO Bursa Malaysia dipengaruhi turunnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade serta kekhawatiran terhadap penurunan ekspor minyak sawit Malaysia pada September. Ekspektasi peningkatan produksi juga memberikan tekanan terhadap pasar.
Harga minyak kedelai berjangka di Chicago turun 0,59%. Pergerakan minyak nabati pesaing turut menjadi perhatian pasar karena komoditas tersebut bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, data surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia pada September diperkirakan turun 17,1% hingga 28,8% dibandingkan bulan sebelumnya.
BACA JUGA: 84% Hotspot Karhutla Berada di Lahan Open Access, Pakar Dorong Pencegahan dan Tata Kelola Lahan
Aktivitas perdagangan di China juga terbatas karena pasar ditutup pada 1–7 Oktober 2026 dalam rangka libur nasional.
Ekspor Sawit Indonesia Turun Tipis
Dari Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor minyak sawit mentah dan produk olahannya mencapai 16,13 juta ton sepanjang Januari–Agustus 2026.
Angka tersebut turun tipis 0,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Di sisi kebijakan perdagangan, pemerintah Indonesia menetapkan harga referensi CPO untuk Oktober 2026 sebesar US$1.042,15 per ton.
Harga referensi tersebut menjadi dasar dalam penetapan bea keluar dan pungutan ekspor produk kelapa sawit.
BACA JUGA: HR Biji Kakao Oktober 2026 Naik 7,49% Jadi USD 6.057,87, HPE USD 5.686 per MT, BK dan PE 7,5%
Tender CPO KPBN 1 Oktober 2026
Seluruh harga dalam Rp/kg dan belum termasuk PPN.
| Lokasi | Harga Pembukaan | Status | Penawaran Tertinggi |
| Franco Belawan | Rp14.840 | WD | Rp14.600 – EOP |
| Loco PKS Luwu | – | No Bidder | – |
| CIF Pel. Gresik | Rp14.840 | WD | Rp14.431 – WNI |
| FOB Talang Duku | Rp14.590 | WD | Rp14.345 – PSCOI |
| Franco Teluk Bayur | Rp14.640 | WD | Rp14.331 – WNI |
| Loco PKS Bekri | Rp14.740 | WD | Rp14.500 – AMJP |
| Loco PKS Sei Tapung | Rp14.601 | WD | Rp14.279 – AGM |
| Loco PKS Parindu | Rp14.450 | WD | Rp14.205 – EUP |
| Loco PKS Ngabang | Rp14.465 | WD | Rp14.220 – EUP |
| Loco PKS Kembayan | Rp14.340 | WD | Rp14.095 – EUP |
Tender Palm Kernel
| Lokasi | Harga Pembukaan | Status | Penawaran Tertinggi |
| Franco Medan/Belawan | Rp12.900 | WD | Rp12.550 – SMART |
Dengan perkembangan tersebut, harga CPO KPBN Inacom pada awal Oktober kembali mengalami tekanan dan berada di bawah level Rp15.000/kg. Pada pasar global, pelemahan Bursa Malaysia turut mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap prospek ekspor dan perkembangan produksi minyak sawit Malaysia. (A3)








