Harga CPO Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada Selasa (6/10/2026), dengan kontrak November 2026 turun RM23 menjadi RM4.457 per ton. Di pasar domestik, harga CPO KPBN justru naik Rp61 menjadi Rp14.666 per kg.
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Koreksi terjadi setelah harga menguat pada sesi sebelumnya sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) di pasar.
Mengutip Bernama, kontrak CPO Oktober 2026 turun RM50 menjadi RM4.340 per ton. Kontrak November 2026 melemah RM23 menjadi RM4.457 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 turun RM18 menjadi RM4.560 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Naik 0,95% ke RM4.578, CPO KPBN Rp14.605 per Kg
Pelemahan juga terjadi pada kontrak Januari 2027 yang turun RM9 menjadi RM4.663 per ton. Kontrak Februari 2027 terkoreksi RM3 menjadi RM4.758 per ton.
Sementara itu, kontrak Maret 2027 menjadi satu-satunya kontrak yang menguat, meski tipis, yakni naik RM2 menjadi RM4.843 per ton.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar CPO setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya. Aksi ambil untung menjadi salah satu faktor yang menekan harga, terutama setelah pasar mencatat kenaikan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi CPO Bursa Malaysia meningkat menjadi 92.828 lot pada Selasa, dibandingkan 87.313 lot pada perdagangan Senin.
Jumlah kontrak terbuka (open interest) juga naik tipis menjadi 329.375 kontrak dari sebelumnya 329.113 kontrak.
Harga Fisik CPO Malaysia Turun
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Oktober di wilayah selatan Malaysia juga mengalami penurunan. Harga tercatat turun RM40 menjadi RM4.380 per ton.
Pergerakan pasar berjangka dan fisik tersebut menunjukkan tekanan koreksi terjadi secara bersamaan, meski aktivitas perdagangan justru meningkat.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (6/10) Naik Jadi Rp14.666/Kg, Bursa Malaysia Melemah
Harga CPO KPBN Naik
Berbeda dengan Bursa Malaysia, harga CPO di pasar domestik melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru bergerak menguat.
Harga CPO KPBN pada Selasa (6/10/2026) ditetapkan sebesar Rp14.666 per kg, naik Rp61 per kg atau sekitar 0,42% dibandingkan harga pada Senin (5/10/2026) sebesar Rp14.605 per kg.
BACA JUGA: TEI 2026 Hadirkan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao, Permudah Buyer Temukan Produk Indonesia
Kenaikan harga KPBN terjadi ketika pasar CPO Malaysia mengalami koreksi. Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan dinamika harga CPO domestik tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan bursa berjangka Malaysia dalam jangka pendek.
Dengan kenaikan tersebut, harga CPO KPBN kembali bergerak naik setelah sebelumnya berada di level Rp14.605 per kg. Sementara itu, pasar global masih mencermati perkembangan harga minyak sawit di Bursa Malaysia sebagai salah satu acuan utama perdagangan komoditas sawit kawasan.
Ringkasan Harga CPO Bursa Malaysia Derivatives, 6 Oktober 2026
| Kontrak | Perubahan | Harga Penutupan |
| Oktober 2026 | -RM50 | RM4.340/ton |
| November 2026 | -RM23 | RM4.457/ton |
| Desember 2026 | -RM18 | RM4.560/ton |
| Januari 2027 | -RM9 | RM4.663/ton |
| Februari 2027 | -RM3 | RM4.758/ton |
| Maret 2027 | +RM2 | RM4.843/ton |
Harga CPO KPBN
| Tanggal | Harga CPO | Perubahan |
| 5 Oktober 2026 | Rp14.605/kg | — |
| 6 Oktober 2026 | Rp14.666/kg | +Rp61/kg (+0,42%) |
(A3)








