Harga CPO Malaysia Turun ke RM4.558 per Ton, Tender KPBN Inacom WD di Rp15.018 per Kg

AGRICOM
Ilustrasi Agricom (AI) / Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada Senin (26/10/2026) akibat kekhawatiran terhadap peningkatan stok minyak sawit Malaysia. Di dalam negeri, tender CPO KPBN Inacom berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.018/kg, turun Rp182/kg dari Jumat sebelumnya.

Harga CPO di Bursa Malaysia melemah di tengah ekspektasi produksi Oktober yang kuat dan ketidakpastian permintaan ekspor. Sementara itu, penawaran tertinggi CPO pada tender KPBN Inacom turun 1,20% menjadi Rp15.018/kg.

AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Senin (26/10/2026). Tekanan pasar dipicu kekhawatiran terhadap peningkatan stok minyak sawit Malaysia, di tengah ekspektasi produksi yang kuat dan ketidakpastian permintaan ekspor.

Bacaan Lainnya

Dilansir Bernama, kontrak CPO November 2026 turun RM29 menjadi RM4.558 per ton. Kontrak Desember 2026 dan Januari 2027 juga masing-masing melemah RM29 menjadi RM4.704 per ton dan RM4.789 per ton.

Pelemahan berlanjut pada kontrak berikutnya. Kontrak Februari 2027 turun RM29 menjadi RM4.873 per ton, sedangkan kontrak Maret 2027 terkoreksi RM28 menjadi RM4.948 per ton. Kontrak April 2027 melemah RM32 menjadi RM4.998 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat di Semua Kontrak, KPBN Inacom Naik ke Rp15.200/kg

Aktivitas perdagangan turut mengalami penurunan. Volume perdagangan tercatat sebanyak 54.448 lot, turun dari 91.028 lot pada Jumat (23/10/2026). Sebaliknya, jumlah kontrak terbuka (open interest) meningkat menjadi 342.858 kontrak dari sebelumnya 341.116 kontrak.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman November di wilayah Malaysia Selatan turun RM20 menjadi RM4.530 per ton.

 

Produksi dan Stok Malaysia Membayangi Pasar

Pedagang proprietari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan ekspektasi produksi yang kuat pada Oktober serta ketidakpastian permintaan ekspor masih membebani sentimen pasar.

“Kami melihat level support di sekitar RM4.650 per ton, sedangkan resistance diperkirakan berada di RM4.850. Para pedagang juga mencermati pergerakan harga minyak kedelai dan minyak mentah untuk menentukan arah pasar selanjutnya,” katanya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (26/10) Turun 1,20% ke Rp15.018/kg, Bursa Malaysia Melemah Akibat Tekanan Stok

Sementara itu, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menilai pelemahan CPO turut dipengaruhi penurunan harga energi dan kontrak berjangka minyak nabati terkait, terutama di Dalian Commodity Exchange dan Chicago Board of Trade.

Menurut Bagani, perhatian pasar kembali tertuju pada kondisi pasokan dan permintaan aktual. Stok minyak sawit Malaysia pada akhir Oktober diperkirakan meningkat lebih lanjut meskipun kinerja ekspor relatif kuat, karena produksi masih melampaui ekspektasi pasar.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati keseimbangan antara peningkatan produksi, perkembangan ekspor, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing untuk menentukan arah harga CPO selanjutnya.

BACA JUGA: Gandeng Kemendag, PTPN IV PalmCo Perluas Ekspor Sawit, Karet, Kopi, Teh, dan Gambir di TEI 2026

Tender CPO KPBN Inacom WD, Penawaran Tertinggi Turun 1,20%

Di pasar domestik, tender CPO PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN Inacom) pada Senin (26/10/2026) berakhir withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi tercatat Rp15.018/kg.

Nilai tersebut turun Rp182/kg atau 1,20% dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat (23/10/2026) yang mencapai Rp15.200/kg.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN Inacom, harga penawaran CPO untuk kondisi Franco Dumai dibuka pada Rp15.100/kg. Namun, tender berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp15.018/kg.

BACA JUGA: 

Pelemahan penawaran tertinggi di KPBN Inacom terjadi bersamaan dengan penurunan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia. Meski demikian, pergerakan kedua pasar tersebut tidak selalu sama karena dipengaruhi kondisi perdagangan, permintaan, dan mekanisme harga masing-masing. (A3)

Pos terkait