Harga CPO Malaysia tertekan pelemahan minyak nabati pesaing di Dalian dan Chicago, sementara harga CPO KPBN turun 0,32% menjadi Rp15.708 per kg.
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berakhir melemah pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Tekanan datang dari pelemahan harga minyak nabati pesaing di Bursa Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT), serta penurunan harga minyak mentah.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Desember 2026 ditutup turun RM38 per ton atau 0,77% menjadi RM4.898 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun 1,16% Jadi RM4.940/Ton, Stok September Jadi Sorotan
Meski berakhir di zona merah, kontrak CPO tersebut masih mencatat kenaikan 1,74% sepanjang pekan.
Tekanan juga terlihat di pasar minyak nabati China. Kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Bursa Dalian turun 1,57%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah lebih dalam sebesar 2,14%.
Di Amerika Serikat, kontrak minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade juga turun 0,77%. Pelemahan harga minyak nabati pesaing tersebut turut membatasi pergerakan harga CPO Malaysia.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (17/9) Stabil di Rp15.758/kg, Rotterdam US$1.580/ton
Pergerakan CPO juga dipengaruhi kondisi pasar minyak mentah. Pelemahan harga energi membuat daya tarik minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel relatif tertekan.
Harga CPO KPBN Turun
Di pasar domestik, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau Inacom juga bergerak turun pada Jumat (18/9/2026).
Harga CPO KPBN ditetapkan Rp15.708 per kg, turun Rp50 per kg atau sekitar 0,32% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Kamis (17/9/2026) sebesar Rp15.758 per kg.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton
Harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp15.708 per kg. Sementara harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.458 per kg dan berstatus withdrawal (WD), dengan penawaran tertinggi Rp15.357 per kg.
Untuk Franco Teluk Bayur, harga dibuka Rp15.508 per kg dan berstatus WD, dengan penawaran tertinggi Rp15.305 per kg.
Pergerakan harga CPO domestik tersebut berlangsung di tengah tekanan yang juga terlihat di pasar minyak nabati global, terutama dari minyak kedelai dan minyak sawit di China serta minyak kedelai di Amerika Serikat. (A3)








