Untuk Generasi Kedua Petani, Kemitraan Penting Bagi Keberlanjutan Sawit 

Untuk Generasi Kedua Petani, Kemitraan Penting Bagi Keberlanjutan Sawit 
Agricom.id

11 November 2022 , 14:51 WIB

Agricom.id, JAKARTA – Diungkapkan Manager CSR, Kencana Agri Group, Lukito Wisnu Putro, kemitraan industri perkebunan kelapa sawit itu sangat penting bagi keberlangsungan industri kelapa sawit di masa yang akan mendatang.

Sebab itu dibutuhkan Kolaborasi diantara pemangku kepentingan salah satunya guna meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit petani. “Tujuannya untuk mensejahterakan para petani dan juga para karyawan yang noatebene adalah warga lokal yang  berada disekitar perusahaan perkebunan kelapa sawit,” katanya saat menjadi penanggap pada acara Diskusi Online Ngopi Sawit dan Launching Buku Panduan Sawit: Perkebunan Sawit Rakyat, yang diterbitkan InfoSAWIT didukung BPDPKS, Kamis (10/11/2022) di Jakarta.

Lebih lanjut tutur Wisnu, adanya pengembangan sawit di daerah yang telah memiliki alas hukum Hak  Guna Usaha (HGU), tak lain adalah dalam upaya mengubah tingkat ekonomi wilayah tersebut. Hanya saja kata Wisnu, yang perlu digaris bawahi adalah saat ini para petani kelapa sawit yang bermitra dengan perusahaan terkadang menginjak umur yang tidak muda dan layak untuk dilanjutkan ke generasi berikutnya.

Namun, sayangnya tidak semua anak petani mau melanjutkan usaha yang sudah dirintis orang tuanya tersebut. “Sebab itu kita perlu memberikan perhatian kepada para petani sawit yang akan dipegang oleh generasi kedua, lantaran terkadang terkendala dalam memilih siapa yang akan melanjutkan memelihara kebun sawit itu ” katanya.

Bagi generasi muda yang bersedia melanjutkan memelihara kebun sawit orang tuanya, diakui Wisnu, akan menjelma sebagai tipe petani yang sangat jauh berbeda, lantaran petani saat ini sudah lebih maju dan modern. Bahkan sudah lebih visioner serta aktivitasnya lebih jauh dari Bapak atau Ibu nya. “Pola-pola ini juga perlu menjadi  perhatian yang harus kita pahami di lapangan, syukur bila kebun sawit itu tidak dijual oleh penersunya,” tutur Wisnu.

Padahal kata Wisnu, pengembangan perkebunan sawit yang bermitra dengan petani, melalui tahapan yang tidak mudah terlebih dalam pengembangan itu pula mesti memenuhi aspek sosial dan lingkungan. “Termasuk mesti memathui segenap regulasi terkait kebun sawit yang telah ditetapkan pemerintah,” tandas Wisnu. (A2)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP