Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Dipacu Kenaikan Soyoil dan Pelemahan Ringgit

Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Dipacu Kenaikan Soyoil dan Pelemahan Ringgit
Agricom.id

08 January 2026 , 15:31 WIB

Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026), didorong kenaikan harga minyak kedelai di pasar global serta pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dolar AS yang meningkatkan daya saing ekspor sawit. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Penguatan ini dipicu oleh naiknya harga minyak kedelai di pasar global serta pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dolar AS yang meningkatkan daya saing ekspor sawit Malaysia.

Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 14 per ton atau sekitar 0,35 persen menjadi RM 4.004 per metrik ton pada jeda tengah hari. Pergerakan ini menandai berlanjutnya sentimen positif di pasar minyak nabati.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Pada Selasa (6/1), Pasar Tunggu Rilis Data Stok MPOB

Dari pasar eksternal, kontrak soyoil paling aktif di Bursa Dalian tercatat menguat 0,63 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama naik 0,26 persen. Di Amerika Serikat, harga soyoil di Chicago Board of Trade juga bergerak naik 0,43 persen.

Kenaikan harga minyak nabati pesaing menjadi faktor penting bagi pergerakan CPO, mengingat minyak sawit bersaing langsung dengan minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak rapa dalam memenuhi kebutuhan industri pangan, oleokimia, dan energi global.

BACA JUGA: Tender KPBN Inacom Selasa (6/1) Masih Withdraw, Penawaran Tertinggi  CPO Dumai Naik Tipis

Analis pasar menilai, kombinasi penguatan harga minyak nabati dunia dan pelemahan ringgit berpotensi menjaga harga CPO tetap stabil hingga menguat dalam jangka pendek, meski pelaku pasar masih mencermati perkembangan permintaan global dan arah kebijakan ekspor negara produsen. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP