Harga CPO Tertekan: KPBN dan Bursa Malaysia Melemah di Tengah Lesunya Permintaan

Harga CPO Tertekan: KPBN dan Bursa Malaysia Melemah di Tengah Lesunya Permintaan
Agricom.id

18 April 2026 , 20:49 WIB

Tekanan ekspor dan pelemahan harga energi global menahan pergerakan CPO, baik di pasar domestik maupun internasional. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipasarkan melalui PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara kembali mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp 15.100 per kilogram, turun Rp 67 per kilogram atau sekitar 0,44 persen dibandingkan posisi Kamis (16/4/2026) yang mencapai Rp 15.167 per kilogram.

Berdasarkan informasi dari KPBN Inacom, harga CPO Franco Dumai sempat dibuka di level Rp 15.200 per kilogram, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp 15.100 per kilogram. Sementara itu, harga FOB Talang Duku dibuka Rp 15.000 per kilogram dan juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 14.900 per kilogram.

BACA JUGA: 

- Pasar Lesu, Lelang CPO KPBN Berakhir Withdraw Pada Kamis (16/4)

- Harga CPO Malaysia Melemah, Tekanan Ekspor dan Energi Bayangi Pasar

Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada hari yang sama. Tekanan datang dari penurunan harga minyak mentah dunia serta kekhawatiran meningkatnya pasokan yang membebani sentimen pasar.

Dari sisi permintaan, data ekspor periode 1–15 April menunjukkan tren penurunan. Laporan dari Intertek Testing Services mencatat ekspor turun menjadi 609.868 ton dari 926.602 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya. Hal serupa dilaporkan AmSpec Agri Malaysia yang mencatat penurunan pengiriman menjadi 601.401 ton dari sebelumnya 921.606 ton.

BACA JUGA: 

- Andalas Forum VI: ISPO Didorong Jadi Standar Global, Indonesia Siap Pimpin Arah Keberlanjutan Sawit

- GAPKI Perkuat Sinergi Industri Sawit Lewat Andalas Forum VI

Penurunan ini memperkuat indikasi bahwa permintaan global terhadap CPO masih tertahan di tengah dinamika pasar energi dan ekspektasi peningkatan produksi.

Pada penutupan perdagangan, kontrak Mei 2026 turun RM57 menjadi RM4.386 per ton, Juni 2026 melemah RM54 menjadi RM4.422 per ton, Juli 2026 turun RM45 menjadi RM4.450 per ton, Agustus 2026 turun RM38 menjadi RM4.457 per ton, September 2026 melemah RM34 menjadi RM4.449 per ton, dan Oktober 2026 terkoreksi RM29 menjadi RM4.435 per ton.

BACA JUGA: Sinergi Agrinas Palma Nusantara dan KPBN Dorong Efisiensi Pasar Sawit

Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan meningkat menjadi 91.998 lot dari sebelumnya 78.490 lot. Namun, posisi terbuka (open interest) justru menurun menjadi 260.192 kontrak dari 261.976 kontrak, mengindikasikan adanya pelepasan posisi oleh pelaku pasar di tengah tekanan harga. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP