Harga CPO KPBN Kamis (8/10) Naik Rp225 Jadi Rp14.850/Kg, Bursa Malaysia Menguat hingga RM4.925 per Ton

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO KPBN Inacom naik Rp225 menjadi Rp14.850 per kg pada Kamis (8/10/2026), sejalan dengan penguatan harga minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives yang ditutup menguat hingga RM4.925 per ton untuk kontrak Maret 2027.
Harga CPO KPBN Inacom naik 1,54% menjadi Rp14.850 per kg pada 8 Oktober 2026. Penguatan juga terjadi di Bursa Malaysia Derivatives, dengan seluruh kontrak CPO ditutup menguat setelah muncul ekspektasi usulan pembebasan sementara bea ekspor Malaysia dalam Anggaran 2027.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom naik Rp225 per kg menjadi Rp14.850 per kg pada Kamis (8/10/2026). Kenaikan tersebut setara 1,54% dibandingkan harga pada Rabu (7/10/2026) yang tercatat Rp14.625 per kg.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp14.850 per kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp14.600 per kg dan Franco Teluk Bayur sebesar Rp14.650 per kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu 7 Oktober 2026 Turun ke Rp14.625/Kg, Bursa Malaysia Melemah

Di lokasi lain, penawaran CPO untuk skema CIF Pelabuhan Gresik berstatus withdraw (WD) pada harga Rp14.850 per kg, dengan penawaran tertinggi Rp14.600 per kg. Status WD juga terjadi pada sejumlah lokasi penjualan CPO di wilayah Kalimantan.

Penguatan harga di pasar domestik tersebut sejalan dengan pergerakan positif harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), seluruh kontrak berjangka CPO tercatat menguat.

Dilansir Bernama, penguatan harga CPO di Malaysia ditopang ekspektasi bahwa pemerintah Malaysia akan mengusulkan pembebasan sementara bea ekspor dalam Anggaran 2027. Perkembangan kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati prospek perdagangan minyak sawit.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Rabu (7/10) Turun ke RM4.524, KPBN Rp14.625/Kg

Kontrak CPO Oktober 2026 naik RM138 menjadi RM4.448 per ton, sedangkan kontrak November 2026 menguat dengan besaran yang sama menjadi RM4.551 per ton.

Kontrak Desember 2026 bertambah RM137 menjadi RM4.661 per ton. Sementara itu, kontrak Januari 2027 melonjak RM131 menjadi RM4.767 per ton.

Kenaikan juga terjadi pada kontrak Februari 2027 yang bertambah RM115 menjadi RM4.854 per ton. Adapun kontrak Maret 2027 naik RM91 menjadi RM4.925 per ton.

BACA JUGA: Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan harga di seluruh kontrak yang diperdagangkan pada penutupan Kamis. Namun, perkembangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan ekspor, permintaan pasar, serta faktor fundamental yang memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan minyak sawit global.

Daftar Harga Tender CPO KPBN Inacom

Berikut hasil tender KPBN Inacom pada Kamis (8/10/2026), dalam rupiah per kg, belum termasuk PPN.

Lokasi Harga/Status Tender
Franco Dumai Rp14.850 — AGM
Loco PKS Luwu Tidak ada penawar
CIF Pelabuhan Gresik WD, penawaran Rp14.600 — WNI
FOB Talang Duku Rp14.600 — AGM
Franco Teluk Bayur Rp14.650 — WIRA
Loco PKS Parindu WD, penawaran tertinggi Rp14.316 — EUP
Loco PKS Ngabang WD, penawaran tertinggi Rp14.322 — EUP
Loco PKS Kembayan WD, penawaran tertinggi Rp14.206 — EUP
Loco PKS Pondong WD, penawaran tertinggi Rp14.106 — EUP
CPKO Franco Dumai WD, penawaran tertinggi Rp26.225 — IBP

(A3)

Pos terkait