Mahasiswa baru INSTIPER dari 28 provinsi mengikuti pembelajaran langsung di kampus dan SEAT Ungaran sekaligus menginternalisasi delapan nilai budaya kampus.
AGRICOM, YOGYAKARTA — Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta kembali memperkuat komitmennya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan melalui OKKABUN 2026 (Orientasi Kenal Kampus dan Kebun).
Kegiatan yang menjadi agenda khas bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 ini diikuti 825 mahasiswa dari 28 provinsi di Indonesia. Rangkaian OKKABUN berlangsung di Kampus INSTIPER Yogyakarta dan SEAT Ungaran, Jawa Tengah, dengan mengusung tema “Kenal Kampus dan Kenal Kebun”.
BACA JUGA: INSTIPER Luncurkan Sekolah Kopi Nusantara, Siapkan SDM Industri Kopi dari Hulu hingga Hilir
Berbeda dari orientasi mahasiswa pada umumnya, OKKABUN dirancang sebagai proses pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa baru dengan dunia perkebunan dan kehutanan sejak awal masa perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai komoditas, pengelolaan kebun, kehutanan, hortikultura, hingga pemanfaatan teknologi modern.
Ketua Panitia OKKABUN sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan INSTIPER, Dr. Ir. Adi Ruswanto, MP., mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai instrumen pembentukan karakter sekaligus proses adaptasi mahasiswa dari lingkungan sekolah menuju perguruan tinggi dan dunia industri.
“Melalui metode pembelajaran langsung (experiential learning) di SEAT Ungaran, mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya belajar teori di kelas,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Agricom, Kamis (10/9).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu (9/9) Turun Menjadi Rp15.900/Kg, CIF Rotterdam US$1.600/Ton
Menurut Adi, pengalaman langsung tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih mudah memahami materi akademik yang akan mereka pelajari selama menempuh pendidikan di INSTIPER.
Tanamkan 8 Nilai Budaya INSTIPER
OKKABUN 2026 tidak hanya berorientasi pada pengenalan kampus dan komoditas. Kegiatan ini juga menjadi tahap awal untuk menanamkan 8 Nilai Budaya INSTIPER, yakni Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect.
Proses pembentukan karakter tersebut dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu Pra-OKKABUN, pelaksanaan OKKABUN, dan Pasca-OKKABUN. Ketiga fase tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan positif yang diharapkan terus terbawa selama mahasiswa menjalani perkuliahan hingga memasuki dunia kerja.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Rabu (9/9) Tembus Rp43.650 per Kg, Naik Rp2.517 dalam Dua Hari
Dalam pelaksanaannya, pembentukan karakter mahasiswa bertumpu pada empat pilar, yakni fisik, mental, logical thinking, dan creativity.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk mengasah keempat aspek tersebut. Di antaranya pelatihan kedisiplinan, jelajah alam sepanjang 5 kilometer melalui sustainable landscape observatorium track, serta simulasi ketangkasan malam melalui kegiatan edutrail.
Sementara kemampuan berpikir, kreativitas, dan inovasi mahasiswa dikembangkan melalui kompetisi ilmiah Clash of Agro Champions, serta panggung kreativitas INSTIPER Talent dan Gebyar Talenta.
BACA JUGA: Stiper Lab Cafe Raih Peringkat 4 Greenbeans Coffee Competition 2026 Lewat Kopi Temanggung
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan OKKABUN merupakan langkah awal yang penting untuk membentuk mahasiswa agar memiliki karakter dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri perkebunan dan kehutanan.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan di industri perkebunan dan kehutanan,” katanya.
Di SEAT Ungaran, lanjut Harsawardana, mahasiswa diperkenalkan dengan praktik pengelolaan kebun yang baik serta pemanfaatan teknologi modern, seperti drone, Internet of Things (IoT), dan interpretasi peta dalam pengelolaan hutan dan perkebunan.
BACA JUGA: Mentan Amran: Produksi Beras Aman di Tengah El Nino, SPHP Ditambah 1 Juta Ton
Pengenalan tersebut dinilai penting agar mahasiswa sejak awal memahami bahwa perkembangan sektor perkebunan dan kehutanan tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi dan inovasi.
“Hal ini menjadi perhatian bagi kampus karena INSTIPER berkomitmen untuk mencetak SDM unggul yang berkarakter,” ujarnya.
Harsawardana menegaskan, lulusan INSTIPER tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Cek Kesehatan Gratis di Labuhanbatu Utara
“Lulusan INSTIPER harus memiliki best knowledge, best skill, dan best character,” tambahnya.
Alumni Beri Bekal Memasuki Dunia Kerja
Selain pembelajaran di kampus dan kebun, mahasiswa baru juga mendapatkan motivasi dari alumni. Salah satunya disampaikan Ir. Totok, AS., Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) sekaligus alumni INSTIPER angkatan 1990.
Totok mengatakan proses yang dijalani mahasiswa selama OKKABUN dapat menjadi latihan awal untuk membangun mental, sikap, dan solidaritas yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
BACA JUGA: Indonesia Kuasai 53,41% Pasar Pala Dunia, Tapi Ekspor Masih Terkendala Mutu
“Percayalah bahwa kegiatan OKKABUN ini akan melatih mental dan attitude Saudara yang sangat kalian perlukan saat nantinya Saudara memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Totok, pengalaman bersama yang dibangun sejak mengikuti OKKABUN, menjalani perkuliahan, hingga menyelesaikan pendidikan dapat menjadi modal sosial bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
“Jadi hafalkan nama dan alamat teman-teman kalian karena mereka akan menjadi saudara kalian,” katanya.
BACA JUGA: 28 Persen Areal Kopi Berpotensi Kering, Kementan Perkuat Budidaya Adaptif Iklim
Motivasi juga disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Ir. Purwadi, MS., yang memaparkan kiprah INSTIPER dalam mencetak tenaga profesional untuk sektor perkebunan dan kehutanan.
Ia menyebut sejumlah alumni INSTIPER telah menduduki posisi strategis di perusahaan perkebunan, di antaranya Rujito dan Arif Catur yang pernah menjadi COO Astra Agro Lestari.
Purwadi juga menyampaikan bahwa perusahaan pulp and paper PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah memberikan beasiswa ikatan dinas pada program Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) selama 16 tahun.
BACA JUGA: Kemendag Dorong Akses Pasar Dua Arah, Perdagangan Indonesia–Cili Terus Diperkuat
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa lulusan INSTIPER memiliki ruang yang luas untuk berkiprah di industri perkebunan dan kehutanan.
Melalui OKKABUN 2026, INSTIPER berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan akademik, tetapi juga tumbuh dengan pemahaman mengenai sektor perkebunan dan kehutanan sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kebersamaan, beradaptasi dengan lingkungan kampus, serta mulai menyelaraskan karakter dan kompetensi dengan tuntutan dunia industri.
Dengan fondasi knowledge, skill, dan character, INSTIPER menargetkan mahasiswa baru 2026/2027 tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjadi SDM profesional dan pemimpin di sektor agroindustri pada masa mendatang. (A3)
