Harga CPO Malaysia Turun 1,16% Jadi RM4.940/Ton, Stok September Jadi Sorotan

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO Malaysia kontrak Desember 2026 turun 1,16 persen menjadi RM4.940 per ton pada Kamis (17/9/2026), tertekan ekspektasi kenaikan stok dan pelemahan ekspor minyak sawit.
Harga CPO Malaysia kontrak Desember 2026 terkoreksi RM58 per ton setelah menyentuh level tertinggi sejak Desember 2024, sementara ekspor September diperkirakan melemah dan stok berpotensi mendekati 3 juta ton.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berjangka Malaysia kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Kontrak acuan turun lebih dari 1 persen setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam sekitar 21 bulan, tertekan ekspektasi kenaikan stok September, ekspor yang masih lemah, serta pelemahan harga minyak nabati pesaing.

Dilansir Reuters, kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM58 per ton atau 1,16 persen menjadi RM4.940 per ton. Dengan kurs perdagangan saat itu, harga tersebut setara sekitar US$1.206,05 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Selasa (15/9) Naik 0,95%, KPBN Rp15.702 per Kg

Pada perdagangan sebelumnya, kontrak tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak Desember 2024. Namun, penguatan tersebut kemudian berbalik seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap fundamental pasokan dan permintaan.

 

Ekspor Malaysia Masih Lemah

Salah satu tekanan utama datang dari perkembangan ekspor minyak sawit Malaysia. Berdasarkan estimasi sejumlah surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia selama 1–15 September 2026 diperkirakan turun sekitar 17,8 persen hingga 25,6 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus.

Pelemahan pengiriman menjadi perhatian pasar karena Malaysia merupakan salah satu pemasok utama minyak sawit dunia. Jika ekspor melambat sementara produksi tetap tinggi, persediaan domestik berpotensi meningkat.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (17/9) Stabil di Rp15.758/kg, Rotterdam US$1.580/ton

Pelaku pasar juga memperhatikan proyeksi stok minyak sawit Malaysia yang diperkirakan mendekati 3 juta ton pada akhir September. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan harga CPO, terutama setelah kontrak berjangka sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu setengah tahun.

 

Harga Minyak Nabati Pesaing Melemah

Pergerakan CPO juga mendapat tekanan dari pelemahan harga minyak nabati pesaing di pasar global.

Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,34 persen, sedangkan kontrak minyak sawit terkoreksi 1,06 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1,02 persen.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (17/9) Naik Rp550 Jadi Rp42.084/Kg

Harga minyak sawit memiliki keterkaitan erat dengan pasar minyak nabati global karena produk-produk tersebut saling bersaing dalam penggunaan pangan, industri, maupun energi. Perubahan harga minyak kedelai dan minyak nabati lainnya dapat memengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap CPO.

 

Harga CPO KPBN Inacom Bertahan

Di pasar domestik Indonesia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Kamis (17/9/2026) dibuka pada level Rp15.775 per kg dengan status withdraw (WD).

Sementara itu, penawaran harga CPO tertinggi tercatat Rp15.758 per kg, sama dengan level penawaran tertinggi pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton

Dengan demikian, harga penawaran tertinggi CPO KPBN Inacom bertahan pada level Rp15.758 per kg dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Pergerakan harga CPO Malaysia dan pasar domestik tersebut menunjukkan bahwa pasar sawit masih menghadapi tarik-menarik antara dukungan harga dari level sebelumnya dan tekanan dari sisi fundamental. Di Malaysia, perhatian pasar terutama tertuju pada perkembangan ekspor dan stok September, sementara pergerakan harga minyak nabati global menjadi faktor eksternal yang turut menentukan arah perdagangan. (A3)

Pos terkait