Wamentan Saleh Mustafa: Kedaulatan Pangan dan Pemberantasan Mafia Pangan Jadi Prioritas

AGRICOM
Dok. Istimewa / Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmen memperkuat kedaulatan pangan nasional, meningkatkan produksi pertanian, dan memberantas praktik mafia pangan melalui penegakan hukum.
Wamentan Muhammad Saleh Mustafa menegaskan kesiapan menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto bersama Mentan Andi Amran Sulaiman untuk mempercepat produksi pangan, membuka lahan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menindak tegas mafia pangan berdasarkan bukti serta ketentuan hukum.

AGRICOM, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan seluruh pemangku kepentingan, ia mendorong percepatan program pertanian, peningkatan produksi, pembukaan lahan, hingga kesejahteraan petani.

Saleh mengatakan penugasan sebagai Wamentan merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Arahan Presiden, menurutnya, kini harus diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa, Speed Kerja Kementan Dipacu Jadi 200

“Ini merupakan tugas negara yang harus kita laksanakan. Presiden sudah memberikan arahan kepada Pak Mentan dan saya. Selanjutnya, kita tinggal menjalankan arahan tersebut bersama-sama,” ujar Saleh, dikutip Agricom dari Kementan, Rabu (7/10).

Menurutnya, tantangan mewujudkan kedaulatan pangan ke depan tidak ringan. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka lahan pertanian, dan memastikan kesejahteraan petani menjadi bagian penting dari agenda pembangunan.

“Pesan Presiden, tugas ke depan cukup berat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian harus bekerja bersama untuk membangun kedaulatan pangan. Pembukaan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani juga menjadi hal penting yang harus kita dorong,” katanya.

BACA JUGA: TEI 2026 Hadirkan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao, Permudah Buyer Temukan Produk Indonesia

Wamentan Saleh menekankan, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dan petani. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain memperkuat produksi, Wamentan Saleh menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap praktik mafia pangan yang berpotensi mengganggu tata kelola dan merugikan masyarakat.

Menurutnya, pemberantasan mafia pangan harus dilakukan secara tegas melalui proses hukum yang profesional, dengan tetap mengedepankan pembuktian dan ketentuan perundang-undangan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (6/10) Naik Jadi Rp14.666/Kg, Bursa Malaysia Melemah

“Pemberantasan mafia pangan harus mengedepankan penegakan hukum. Jika terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, penindakan juga harus didasarkan pada bukti yang kuat agar proses hukum berjalan secara tepat dan akuntabel,” tegasnya.

Ia menilai, pembenahan tata kelola pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan produksi. Dengan demikian, upaya mewujudkan kedaulatan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan pasokan, tetapi juga menciptakan sistem pangan yang sehat, adil, dan berpihak kepada petani serta konsumen.

Wakil Menteri Pertanian periode 2024–2026, Sudaryono, menilai Saleh Mustafa bukan sosok baru dalam upaya pembangunan pertanian nasional. Pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) membuatnya telah memahami koordinasi lintas sektor dalam mendukung program swasembada pangan.

BACA JUGA: Wamentan Minta IPB Jadi Motor Inovasi Nasional, Dorong Transformasi Pangan dan Energi Hijau

Sudaryono menjelaskan, keterlibatan TNI dan Polri selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung agenda swasembada pangan. Dalam kapasitasnya sebagai Wakasad, Saleh Mustafa juga aktif berkoordinasi dan menindaklanjuti berbagai urusan pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran.

“Kami meyakini Pak Saleh sudah memahami dunia pertanian. Saat menjabat Wakasad, beliau aktif berkoordinasi dan menindaklanjuti berbagai program pertanian bersama Pak Mentan. Jadi, beliau bukan orang baru di lingkungan pertanian,” ujar Sudaryono.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah di bidang pertanian dan pangan.

BACA JUGA: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan

Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi, memperluas lahan pertanian, menjaga tata kelola, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui kerja bersama dan pelaksanaan arahan Presiden secara konsisten, pemerintah berupaya menjaga swasembada pangan berkelanjutan dan memperkokoh kedaulatan pangan nasional. (A3)

Pos terkait