Harga CPO Malaysia Berakhir Bervariasi, Kontrak November Turun ke RM4.515 per Ton

AGRICOM
Dok. Sawit Fest 2021 / Wahyu Karbadi / Futures CPO Malaysia berakhir bervariasi di Bursa Malaysia pada Senin (19/10) di tengah kekhawatiran meningkatnya stok minyak sawit.
Kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia berakhir bervariasi pada Senin (19/10), dengan kontrak terdekat tertekan kekhawatiran meningkatnya stok minyak sawit. Namun, penguatan pasar minyak nabati dan ekspektasi kenaikan permintaan India menjelang Deepavali membantu membatasi penurunan.

PALMOILMAGAZINE, KUALA LUMPUR — Futures crude palm oil (CPO) Malaysia berakhir bervariasi pada Senin (19/10), di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya stok domestik yang menekan sentimen pasar. Namun, penguatan pasar minyak nabati dan ekspektasi meningkatnya permintaan dari India membantu membatasi tekanan terhadap harga.

Dilansir dari Bernama, kontrak CPO November 2026 turun RM21 menjadi RM4.515 per ton pada penutupan. Kontrak Desember 2026 melemah RM10 menjadi RM4.666 per ton, sementara kontrak Januari 2027 turun RM3 menjadi RM4.766 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (16/10) Menguat, Kontrak November Naik RM60 Jadi RM4.536 per Ton 

Untuk kontrak berikutnya, kontrak Februari 2027 naik RM5 menjadi RM4.857 per ton. Kontrak Maret 2027 menguat RM10 menjadi RM4.936 per ton, sedangkan kontrak April 2027 naik RM9 menjadi RM4.993 per ton.

David Ng, proprietary trader di Iceberg X Sdn Bhd, mengatakan pelemahan harga minyak mentah turut menambah tekanan bearish terhadap pasar sawit.

Namun, penurunan lebih lanjut tertahan oleh penguatan harga minyak nabati di Dalian Commodity Exchange serta ekspektasi bahwa permintaan minyak sawit India akan meningkat menjelang perayaan Deepavali.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (16/10) WD di Rp14.988 per Kg, Bursa Rotterdam Melemah

“Perbaikan permintaan ekspor dapat membantu meredam penurunan lebih lanjut, meskipun tingginya stok domestik masih dapat membatasi pemulihan yang berarti,” kata Ng.

Menurutnya, futures CPO diperkirakan memiliki level support di sekitar RM4.600 per ton, sementara resistance berada di RM4.850 per ton.

Di pasar fisik, harga CPO November Selatan naik RM30 menjadi RM4.530 per ton.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT

Aktivitas perdagangan juga melemah selama sesi tersebut. Volume transaksi turun menjadi 106.846 lot dari 133.428 lot pada Jumat, sementara open interest berkurang menjadi 332.357 kontrak dari sebelumnya 339.364 kontrak. (A3)

Pos terkait