Harga CPO KPBN Inacom Senin (19/10) Naik Jadi Rp15.050/kg, Bursa Malaysia Ditutup Bervariasi

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO KPBN Inacom pada Senin (19/10/2026) mencatat penawaran tertinggi Rp15.050/kg, sementara perdagangan minyak sawit mentah di Bursa Malaysia ditutup bervariasi. Kontrak November 2026 melemah RM21 menjadi RM4.515 per ton, di tengah kekhawatiran kenaikan stok domestik Malaysia.
Harga CPO KPBN Inacom pada Senin (19/10/2026) mencapai Rp15.050/kg melalui penawaran tertinggi berstatus withdraw (WD). Di Bursa Malaysia, kontrak berjangka CPO bergerak bervariasi akibat tekanan kenaikan stok, meski penguatan minyak nabati dan prospek permintaan India menopang sentimen pasar.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Senin (19/10/2026) mencatat penawaran tertinggi Rp15.050 per kilogram (kg), dengan status withdraw (WD). Harga tersebut lebih tinggi Rp62/kg dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat (16/10/2026) sebesar Rp14.988/kg.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom dari KPBN, harga CPO Franco Dumai mencapai Rp15.050/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp14.800/kg dan Franco Teluk Bayur sebesar Rp14.850/kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (16/10) WD di Rp14.988 per Kg, Bursa Rotterdam Melemah

Untuk penjualan dengan skema CIF Pelabuhan Gresik, harga penawaran tertinggi tercatat Rp15.050/kg, tetapi berstatus WD. Penawaran yang masuk mencapai Rp14.788/kg. Seluruh harga tender tersebut belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Di pasar global, perdagangan kontrak berjangka CPO Malaysia di Bursa Malaysia Derivatives ditutup bervariasi pada Senin (19/10). Kekhawatiran terhadap peningkatan stok minyak sawit domestik Malaysia masih menekan sentimen pasar. Namun, penguatan pasar minyak nabati lainnya serta prospek peningkatan permintaan dari India membantu membatasi tekanan harga.

Dikutip dari Bernama, kontrak CPO November 2026 turun RM21 menjadi RM4.515 per ton pada penutupan perdagangan. Kontrak Desember 2026 melemah RM10 menjadi RM4.666 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 turun RM3 menjadi RM4.766 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Berakhir Bervariasi, Kontrak November Turun ke RM4.515 per Ton

Sebaliknya, kontrak Februari 2027 naik RM5 menjadi RM4.857 per ton. Kontrak Maret 2027 menguat RM10 menjadi RM4.936 per ton, sementara kontrak April 2027 naik RM9 menjadi RM4.993 per ton.

Pergerakan yang bervariasi tersebut menunjukkan bahwa tekanan dari prospek peningkatan pasokan masih membayangi pasar, sementara ekspektasi permintaan dari negara importir utama dan pergerakan minyak nabati lain menjadi faktor penyeimbang.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT

Hasil Tender CPO KPBN Inacom, Senin (19/10/2026)

Berikut hasil tender CPO KPBN Inacom dalam rupiah per kilogram, belum termasuk PPN:

Lokasi penjualan Harga/penawaran (Rp/kg) Keterangan
Franco Dumai 15.050 AGM
Loco PKS Luwu — Tidak ada penawar
CIF Pelabuhan Gresik 15.050 WD; penawaran Rp14.788 oleh WNI
FOB Talang Duku 14.800 AGM
Franco Teluk Bayur 14.850 WIRA

Sumber: KPBN Inacom, diolah Agricom

Hasil Perdagangan CPO Bursa Malaysia, Senin (19/10/2026)

Berikut pergerakan harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan perdagangan Senin (19/10/2026), berdasarkan data yang disampaikan:

Kontrak Penutupan (RM/ton) Perubahan (RM/ton)
November 2026 4.515 -21
Desember 2026 4.666 -10
Januari 2027 4.766 -3
Februari 2027 4.857 +5
Maret 2027 4.936 +10
April 2027 4.993 +9

Sumber: Bernama, diolah Agricom

(A3)

Pos terkait