Kontrak CPO Desember 2026 di Bursa Malaysia menguat RM18 menjadi RM4.700 per ton pada Rabu (14/10/2026). Kenaikan ekspor Malaysia pada 1–10 Oktober mencapai 33,51%–37,73% menurut Intertek dan Amspec Agri, meski stok minyak sawit September meningkat 24,54% menjadi 3,51 juta ton. Di Indonesia, harga CPO KPBN Inacom naik Rp175 menjadi Rp14.950 per kg.
AGRICOM, JAKARTA — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu (14/10/2026), mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan pasar didukung peningkatan ekspor minyak sawit Malaysia pada awal Oktober, meskipun persediaan minyak sawit negara tersebut masih berada pada level tinggi.
Mengutip laporan Bernama, kontrak CPO Desember 2026 naik RM18 per ton menjadi RM4.700 per ton. Sementara itu, kontrak Oktober 2026 menguat RM29 menjadi RM4.427 per ton, sedangkan kontrak November 2026 naik RM1 menjadi RM4.560 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat ke Level Tertinggi dalam Dua Pekan
Penguatan juga terjadi pada kontrak pengiriman tahun depan. Kontrak Januari 2027 meningkat RM23 menjadi RM4.810 per ton, kontrak Februari 2027 naik RM25 menjadi RM4.900 per ton, dan kontrak Maret 2027 bertambah RM18 menjadi RM4.978 per ton.
Pergerakan tersebut berlangsung seiring meningkatnya permintaan ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Oktober 2026. Data dua perusahaan inspeksi kargo menunjukkan pengiriman minyak sawit mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada September.
BACA JUGA: TEI 2026 Resmi Dibuka, Bidik Transaksi USD17,5 Miliar dan Perluas Pasar Ekspor
Ekspor Minyak Sawit Malaysia Naik hingga 37,73%
Surveyor kargo Amspec Agri Malaysia melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 491.954 ton selama 1–10 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 37,73% atau bertambah 134.760 ton dibandingkan 357.194 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.
Hasil serupa dilaporkan Intertek Testing Services. Perusahaan inspeksi independen tersebut mencatat ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 525.071 ton pada periode 1–10 Oktober 2026, naik 33,51% atau bertambah 131.776 ton dibandingkan 393.295 ton pada 1–10 September 2026.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (14/10) Naik Rp175 Jadi Rp14.950/kg, Bursa Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun
Kenaikan berdasarkan kedua laporan tersebut memberikan indikasi membaiknya aktivitas pengiriman minyak sawit Malaysia pada awal Oktober. Namun, data ekspor untuk periode sepuluh hari belum menggambarkan keseluruhan kinerja ekspor selama satu bulan.
Perkembangan pengiriman tetap menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dalam memperkirakan permintaan dan keseimbangan pasokan minyak sawit global. Jika tren ekspor berlanjut, penyerapan pasar dapat membantu menopang harga, meskipun pengaruhnya juga bergantung pada produksi dan persediaan.
BACA JUGA: IPOC 2026: GAPKI Bahas Harga Sawit 2027, Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Geopolitik Global
Stok Minyak Sawit Malaysia Naik 24,54%
Di sisi lain, Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board/MPOB) melaporkan total stok minyak sawit Malaysia pada September 2026 meningkat 691.835 ton atau 24,54% menjadi 3,51 juta ton, dibandingkan 2,82 juta ton pada Agustus 2026.
Peningkatan persediaan tersebut menjadi faktor yang perlu dicermati karena stok yang besar dapat membatasi ruang kenaikan harga ketika pasokan tersedia melimpah. Dengan demikian, pasar menghadapi dua perkembangan yang berlawanan: ekspor yang meningkat pada awal Oktober dan persediaan yang bertambah pada bulan sebelumnya.
Arah harga selanjutnya akan dipengaruhi oleh keberlanjutan permintaan ekspor, perkembangan produksi, serta kemampuan pasar menyerap persediaan yang tersedia. Pelaku industri juga akan mencermati data perdagangan berikutnya untuk menilai apakah penguatan ekspor mampu mengimbangi tekanan dari tingginya stok.
Selain harga kontrak berjangka, harga fisik CPO untuk pengiriman Oktober di wilayah Malaysia Selatan (South) turut menguat RM30 menjadi RM4.500 per ton.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Aktivitas Perdagangan Bursa Malaysia Meningkat
Penguatan harga disertai kenaikan aktivitas perdagangan. Volume transaksi CPO tercatat mencapai 124.058 lot, meningkat dibandingkan 109.117 lot pada perdagangan Selasa (13/10/2026).
Sementara itu, jumlah kontrak terbuka (open interest) bertambah menjadi 335.045 kontrak dari sebelumnya 331.818 kontrak.
Peningkatan volume transaksi dan kontrak terbuka menunjukkan aktivitas pasar yang lebih tinggi. Namun, kedua indikator tersebut perlu dibaca bersama pergerakan harga dan perkembangan fundamental agar arah pasar dapat dinilai secara lebih menyeluruh.
BACA JUGA: TEI 2026 Resmi Dibuka, Bidik Transaksi USD17,5 Miliar dan Perluas Pasar Ekspor
Harga CPO KPBN Inacom Naik Rp175 per Kg
Di pasar domestik, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom juga menguat pada Rabu (14/10/2026).
Harga ditetapkan sebesar Rp14.950 per kg, naik Rp175 per kg atau sekitar 1,18% dibandingkan harga pada Selasa (13/10/2026) sebesar Rp14.775 per kg.
Kenaikan harga tender domestik tersebut searah dengan penguatan kontrak CPO di Bursa Malaysia. Meski demikian, harga KPBN dan harga berjangka Malaysia memiliki satuan, mekanisme pembentukan harga, serta kondisi penyerahan yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Bagi industri sawit Indonesia, perkembangan ekspor Malaysia dan pergerakan harga berjangka menjadi referensi untuk mencermati dinamika pasar minyak nabati regional. Keberlanjutan penguatan harga masih akan bergantung pada keseimbangan antara permintaan ekspor, produksi, dan perkembangan stok di negara-negara produsen utama. (A3)








