10 UMKM Raih UKM Pangan Award 2026, Kemendag Buka Akses ke Ritel Modern

AGRICOM
Dok. Kemendag / Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan UKM Pangan Award 2026 kepada pelaku UMKM pangan terpilih di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi produk pangan lokal dan memperluas akses pasar melalui kemitraan dengan ritel modern serta peluang perdagangan internasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan UKM Pangan Award 2026 kepada 10 pelaku UMKM pangan terbaik dari tujuh provinsi. Dari 917 pendaftar, produk terpilih difasilitasi tampil di Pangan Nusa Expo 2026 untuk memperluas akses pasar domestik dan menjangkau buyer internasional.

AGRICOM, TANGERANG — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan melalui UKM Pangan Award 2026. Sebanyak 10 pelaku UMKM pangan terbaik menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kualitas produk pangan olahan lokal sekaligus upaya membuka peluang pemasaran yang lebih luas, terutama melalui jaringan ritel modern dan pameran perdagangan internasional.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Ekshibitor Siap Tawarkan Produk Indonesia ke Pasar Global

Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Mendag Busan, mengatakan Kemendag bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk membuka peluang bagi produk para pemenang agar dapat dipasarkan di ritel modern.

“Selamat kepada para pemenang UKM Pangan Award 2026. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan APRINDO agar produk-produk pangan unggulan penerima penghargaan dapat menjual produknya di ritel-ritel modern. Upaya ini ditempuh untuk semakin memperluas jangkauan produk pangan lokal ke masyarakat,” ujar Mendag Busan, dalam keterangan yang diterima Agricom, Rabu (14/10).

Menurutnya, kualitas dan keamanan pangan menjadi persyaratan utama bagi UMKM yang ingin memasuki jaringan ritel modern. Melalui proses kurasi dan penilaian, UKM Pangan Award memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk membuktikan bahwa produk lokal memiliki mutu dan daya saing.

BACA JUGA: TEI 2026 Resmi Dibuka, Bidik Transaksi USD17,5 Miliar dan Perluas Pasar Ekspor

“Kemendag ingin memberikan kepastian akses pasar bagi para pemenang asalkan produknya berkualitas dan higienis. UKM Pangan Award 2026 jadi salah satu kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk yang kami kurasi ini memang berdaya saing,” katanya.

 

917 UMKM Mendaftar, 10 Produk Terbaik Terpilih

UKM Pangan Award 2026 diikuti 917 pelaku UMKM dari 33 provinsi yang mendaftarkan produk mereka pada 12–26 September 2026 melalui situs resmi program tersebut. Dari ratusan pendaftar, proses seleksi menghasilkan 318 produk yang lolos penyaringan awal dan kemudian dinilai berdasarkan sejumlah aspek.

Penilaian mencakup jangkauan pemasaran, sarana promosi dan pemasaran produk, komitmen terhadap mutu dan keamanan pangan, serta kapasitas keuangan. Dari tahapan tersebut, terpilih 40 produk pangan dari 35 UMKM sebagai finalis.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (14/10) Naik Rp175 Jadi Rp14.950/kg, Bursa Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun

Pada tahap akhir, tiga juri yang memiliki kompetensi di bidang desain produk dan kemasan, profesional kuliner, serta pemerhati pangan menilai produk berdasarkan desain visual dan fungsi kemasan, cita rasa, orisinalitas, serta nilai tambah.

Hasil akhirnya menetapkan 10 produk pangan UMKM sebagai pemenang dalam lima kategori. Produk-produk tersebut berasal dari tujuh provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatra Utara, dan Papua.

Keberagaman daerah juga tercermin dari jenis produk yang dikurasi. Di antaranya kombucha jeruk lemon dari Jayapura, Papua; sambal baby cumi andaliman dari Medan, Sumatra Utara; mi instan berbahan pati sagu bebas gluten dari Jakarta Utara; serta kukis granola berbahan 100 persen tepung pisang dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA: Meneropong Arah dan Proyeksi Sawit Nasional 2027

Sementara itu, nilai tertinggi diraih Fisnack Keripik Kulit Ikan Patin dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan skor 91,4 pada kategori Produk Khusus. Capaian tersebut menunjukkan potensi produk pangan olahan berbasis bahan baku lokal untuk bersaing melalui inovasi dan pengembangan nilai tambah.

 

Pangan Nusa Expo Jadi Pintu Masuk ke Pasar Lebih Luas

Kemendag memfasilitasi para pemenang UKM Pangan Award 2026 untuk tampil sebagai ekshibitor dalam Pangan Nusa Expo yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City. Penyelenggaraan pameran ini bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di lokasi yang sama.

Melalui kegiatan tersebut, para pemenang berpeluang memperkenalkan produknya kepada peritel modern nasional sekaligus bertemu buyer dari luar negeri. Kehadiran mereka di pameran diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama pemasaran.

BACA JUGA: Sehari Jelang TEI 2026, Mendag Busan Siap Sambut Buyer dari 134 Negara

Kemendag juga mencontohkan perkembangan sejumlah pemenang dari periode sebelumnya. Produk Alexa Kukies kini telah dipasarkan di Ranch Market, sedangkan Sambal Mamani telah hadir di Superindo, Hero, dan Alfamidi.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kurasi produk dan fasilitasi promosi dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan UMKM dengan saluran pemasaran yang lebih luas. Namun, keberlanjutan akses pasar tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas, konsistensi pasokan, keamanan pangan, dan pemenuhan persyaratan mitra dagang.

 

Kurasi dan Pembinaan untuk Memperkuat UMKM Pangan

UKM Pangan Award merupakan program kurasi tahunan Kemendag untuk mengapresiasi sekaligus mendukung UMKM pangan dalam negeri. Program ini menjaring produk pangan olahan unggulan dari berbagai daerah yang dinilai memiliki potensi untuk memperluas pasar.

Selain kesempatan promosi melalui pameran, para pemenang berpeluang memperoleh dana pembinaan dan sarana produksi dari sponsor program. Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing.

BACA JUGA: Hadapi EUDR, Kementan Perkuat Ketertelusuran Sawit, Kakao, dan Kopi Indonesia

Dalam proses seleksi, Kemendag memeriksa dokumen persyaratan produk, antara lain izin edar, sertifikat halal, sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta dokumen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sesuai ketentuan yang berlaku.

UKM Pangan Award 2026 didukung oleh Bank Rakyat Indonesia, Danone Indonesia, Zeppelin, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

 

UMKM Daerah Mendapat Pengakuan Nasional

Salah satu pemenang, Dian Lestari, pemilik CV Gemilang Pratama yang memproduksi Kombucha RUMA di Jayapura, Papua, mengaku bangga karena produk yang dikembangkan di daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pelaku usaha lokal yang mengangkat potensi dan kearifan daerah untuk terus mengembangkan produknya.

BACA JUGA: Meneropong Arah dan Proyeksi Sawit Nasional 2027

“Perasaan saya hari ini campur aduk, bahagia dan haru. Produk kami yang skala lokal bisa dihargai hingga ke tingkat nasional. Pengusaha produk-produk lokal seperti kami yang mengangkat kearifan lokal diberikan tempat yang layak, sejajar dengan jenama lokal dari seluruh Indonesia,” ujar Dian.

Melalui UKM Pangan Award 2026, Kemendag berupaya menghubungkan inovasi produk pangan daerah dengan peluang pemasaran yang lebih luas. Tantangan selanjutnya adalah memastikan produk UMKM mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan secara konsisten, menjaga kapasitas pasokan, serta memanfaatkan peluang kemitraan agar dapat bertahan dan berkembang di pasar domestik maupun internasional. (A3)

Pos terkait