Uni Eropa Siap Tingkatkan Perdagangan Dan Investasi Indonesia

Uni Eropa Siap Tingkatkan Perdagangan Dan Investasi Indonesia
Duta Besar Uni Eropa, Vincent Piket.

13 March 2021 , 14:21 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Kunjungan virtual (9/3) lalu, Uni Eropa telah mengunjungi Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pada kunjungan virtual lalu, Duta Besar Uni Eropa, Vincent Piket, memimpin langsung delegasi Uni Eropa. Tujuannya, untuk meningkatkan perdagangan dan investasi Uni Eropa dan Indonesia melalui kemitraan erat.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dirundingkan, akan meningkatkan perdagangan   dan   investasi,   berkontribusi   pada   penciptaan   lapangan   kerja   dan pembangunan ekonomi di Indonesia, dikatakan  Duta Besar Uni Eropa, Vincent Piket pada kunjungan kerja virtualnya.

”Selama   lebih   dari   30   tahun,   Uni   Eropa   telah   bermitra   dengan   Indonesia   untuk melaksanakan prioritas bersama, termasuk perdagangan dan investasi. Tahun lalu, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun yaitu ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai 15 juta euro. Program ini memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Indonesia dan  perusahaan-perusahaan  untuk  meningkatkan  kapasitas  ekspornya  dan  memenuhi aturan dan standar perdagangan internasional,” katanya kepada Agricom.id.

Dalam kunjungan kerja virtual tersebut, Delegasi Uni Eropa bekerja sama dengan Pemda Jawa Tengah dan KADIN Jawa Tengah menyelenggarakan diskusi panel tentang manfaat CEPA. Panel menghadirkan Marika Jakas, Kepala Bagian Perdagangan dan Ekonomi, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia; Ni Made Ayu Marthini, Direktur   Bilateral/Negosiasi, Kementerian Perdagangan; Wahyuni Bahar, Ketua Komite Tetap Lembaga Multilateral dan Perjanjian Perdagangan Bebas, KADIN Indonesia; dan Wichard von Harrach, Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham).

Pada kesempatan ini juga digelar sesi yang membahas potensi ekspor ke negara-negara Eropa,  dipaparkan  oleh  Dr  Prasetyo  Ariwibowo,  Pjs  Sekretaris  Daerah  Provinsi  Jawa Tengah; Galih Saksono, Presiden Direktur, Batang Integrated Industrial Park, Kukrit Suryo Wicaksono, Ketua KADIN Jawa Tengah.

Diskusi tersebut mengetengahkan besarnya potensi investasi di Jawa Tengah, khususnya di kawasan industri. Permintaan terhadap manufaktur, pertanian, furnitur, dan produk lain di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan didorong oleh

pemulihan pasca pandemi. Dengan basis pelanggan yang besar dan berdaya beli tinggi, Uni Eropa merupakan pilihan yang menarik bagi Jawa Tengah untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspornya. (A1)


TOP