Kemendag Minta Importir Ikut Jaga Stabilitas Harga Kedelai Tetap Terjangkau

Kemendag Minta Importir Ikut Jaga Stabilitas Harga Kedelai Tetap Terjangkau
Agricom.id

04 July 2021 , 06:22 WIB

Agricom.id, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan meminta importir dan pelaku usaha menurunkan harga kedelai di pasar sehingga lebih terjangkau pengrajin tahu dan tempe. Permintaan ini menyusul mulai turunnya harga kedelai dunia.

“Penurunan harga kedelai dunia diperkirakan akan berdampak pada penyesuaian harga kedelai dalam negeri di bulan mendatang. Untuk itu, kami meminta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga agar harga kedelai impor tetap terjangkau di pengrajin tempe dan tahu. Sehingga, dapat menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujar Oke di Jakarta, dalam keterangan tertulis diterima Agricom.id.

Berdasarkan data dari Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia per 29 Juni 2021 turun menjadi USD 13,6/bushels (Rp8.526/kg landed price). Penurunan harga kedelai dunia ini sekitar 11 persen dibandingkan akhir Mei yaitu USD 15,31/bushles (Rp9.330/kg landed price).

Oke optimis penurunan harga kedelai dunia diharapkan akan terus berlanjut karena beberapa negara  produsen  telah  memasuki  periode  panen.  Diharapkan  harga  kedelai  semakin  stabil sehingga harga tahu dan tempe serta produk turunannya semakin terjangkau konsumen. 

“Penurunan harga kedelai dunia yang diikuti dengan penurunan harga di tingkat importir dan pengrajin tempe dan tahu diharapkan berdampak baik pada produksi dan stabilitas harga tempe dan tahu nasional,” imbuhnya.

Berdasarkan  informasi  yang  diperoleh  dari  importir  kedelai,  harga  kedelai  di  tingkat  gudang importir saat ini sebesar Rp9.100/kg atau turun sekitar 5,7 persen dibanding minggu lalu yaitu Rp9.600–Rp9.700/kg. Hal itu berdampak pada penurunan harga di tingkat pengrajin menjadi Rp9.600–Rp9.800/kg  atau  turun  sekitar  8,5  persen  dibanding  minggu  lalu  yaitu  Rp10.450– Rp10.600/kg.

Oke mengapresiasi pelaku usaha yang mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kedelai  di  tingkat  konsumen  sekaligus  menyakurkan  stoknya  secara  kontinu.  Stabilitas  harga kedelai diharapkan dapat menggairahkan para pengrajin tahu dan tempe. 

 “Kami mengapresiasi komitmen dan dukungan para pelaku usaha kedelai dalam mewujudkan penyesuaian harga kedelai terhadap harga internasional. Hal itu merupakan upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Kami mengimbau kepada para importir agar memastikan dan tetap  menyalurkan  stok  kedelainya  secara  rutin  kepada  seluruh  pengrajin  tahu  dan  tempe, termasuk  anggota  Gabungan  Koperasi  Tahu  Tempe  Indonesia  (Gakoptindo),  baik  di  Puskopti Provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota”, ujar Oke. 

Menurutnya, Kementerian Perdagangan secara periodik akan memantau dan mengevaluasi lebih intensif pergerakan harga kedelai dunia. Hal tersebut guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar. (A2)


TOP