Kayu Manis Sumut Semakin Diminati Konsumen Dunia, Pasar Ekspor Tembus 10 Negara

Kayu Manis Sumut Semakin Diminati Konsumen Dunia, Pasar Ekspor Tembus 10 Negara
Agricom.id

28 September 2021 , 06:19 WIB

Agricom.id, JAKARTA - Ternyata, bukan saja orang Indonesia yang tahu kalah kayu manis punya banyak manfaat untuk kesehatan. Masyarakat di luar negeri pun sama. Alhasil, ekspor kayu manis jalan terus.

Kayu manis, salah satu jenis rempah yang memiliki kandungan antioksidan tinggi, semakin banyak peminatnya. Betul saja, pasar ekspor kayu manis asal Sumatera Utara semakin meluas. Ada tambahan 10 pasar anyar, termasuk Belanda dan Brazil.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto mengatakan, pada Agustus 2021, ekspor kayu manis mencapai 593,3 ton, senilai Rp40,73 miliar. Ekspor itu terus meningkat setiap bulannya meski masih ada pandemi COVID-19.

Pada Juni, misalnya ekspor kayu manis masih 455,5 ton senilai Rp13,89 miliar dan Agustus tercatat ada ekspor sebanyak 593,3 ton senilai Rp40,73 miliar. "Kayu manis memang termasuk dalam 10 komoditas utama ekspor Sumut di setiap bulannya," katanya di Medan, Senin (27/9/2021).

Selain kayu manis, ada crude palm oil (CPO), RBD Palm Olein, pinang, karet lempengan, pinang, kelapa parut dan kayu karet, sayur sawi dan kopi yang terbanyak diekspor Sumut setiap bulannya.

Ekspor kayu manis itu sedikitnya tercatat kesepuluh negara. Di antaranya adalah Belanda, Brazil, Amerika Serikat, Malaysia, Thailand, Jerman, Ukrania, Portugal dan India. Kayu manis itu diimpor negara asing untuk memenuhi permintaan industri farmasi dan makanan.

Meski Thailand, Malaysia dan India juga menjadi negara produsen kayu manis, negara itu tetap melakukan pembelian ke Sumut. Ada pun daerah produsen kayu manis di Sumut antara lain Deli Serdang dan Karo.
 

 


TOP