Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik dan mengambil sumpah 94 pejabat struktural di tengah kebun kakao di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kamis (2/1/2026). Foto: Istimewa
AGRICOM, Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengawali tahun 2026 dengan langkah tak lazim. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik dan mengambil sumpah jabatan puluhan pejabat struktural di tengah kebun kakao milik petani I Ketut Sudomo, Banjar Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kamis (2/1/2026).
Pemilihan kebun kakao sebagai lokasi pelantikan dimaksudkan sebagai simbol agar para pejabat yang dilantik senantiasa dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Kakao sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang berperan penting menopang perekonomian warga Jembrana.
BACA JUGA:
Bupati menegaskan, pelantikan di ruang terbuka tersebut menjadi pesan kuat bahwa birokrasi harus membumi dan responsif terhadap kebutuhan rakyat, bukan semata berkutat pada urusan administratif.
“Ke depan tidak lagi hanya berpikir pada urusan-urusan klasik administratif. Itu harus sudah selesai. Sekarang bagaimana memikirkan isi perut masyarakat, bagaimana memberdayakan ekonomi rakyat, khususnya petani, nelayan, buruh, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujar Bupati, dikutip Agricom.id dari KBRN RRI.
Didampingi Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Ipat) serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Bupati Kembang menekankan bahwa pengisian dan pengukuhan jabatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Pelantikan ini menegaskan komitmen kami untuk membangun pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Seluruh proses dilakukan secara objektif, berbasis kompetensi, serta rekam jejak yang jelas,” katanya.
BACA JUGA: Tak Ada Izin Sawit Baru, Gubernur Papua Tegaskan Benahi yang Sudah Berjalan
Sebanyak 94 pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut, terdiri dari 8 Pejabat Tinggi Pratama, 44 Pejabat Administrator, dan 42 Pejabat Pengawas.
Dari delapan Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik, empat di antaranya merupakan peraih peringkat pertama dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang dilaksanakan pada akhir 2025. Mereka adalah I Gede Gus Diendi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, I Gusti Made Wijaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Ida Bagus Ketut Budi Aryana sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana.
Sementara itu, empat Pejabat Tinggi Pratama lainnya diangkat dalam jabatan yang sama berdasarkan Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), seiring perampingan dan penggabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA: Kementan Siapkan Langkah Strategis Pulihkan Sawah dan Peternakan Pascabencana di Sumatera
Mereka adalah Dewa Gede Ary Candra sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman; I Wayan Sudiarta sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan; Ni Kadek Ari Sugianti sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; serta dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana.
Untuk posisi Direktur RSU Negara, jabatan kini diemban dr. I Gusti Agung Putu Arinsantha, menggantikan dr. Ni Putu Eka Indrawati yang selanjutnya dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana. (A3)