Harga CPO Malaysia Menguat Tipis di Awal Pekan, Terbantu Ringgit Melemah

Harga CPO Malaysia Menguat Tipis di Awal Pekan, Terbantu Ringgit Melemah
Agricom.id

06 January 2026 , 15:41 WIB

Pada perdagangan Senin (5/1/2026), harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia menguat tipis ke level RM 4.012 per ton, didorong pelemahan ringgit dan kenaikan harga minyak kedelai global. Foto: 

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia bergerak menguat tipis pada awal pekan ini, mengakhiri tren pelemahan dua sesi berturut-turut. Penguatan ini ditopang oleh melemahnya nilai tukar ringgit serta naiknya harga minyak kedelai di pasar global.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada perdagangan Senin (5/1/2026) ditutup naik 21 ringgit atau 0,53% menjadi RM 4.012 per ton. Meski mencatat kenaikan harian, secara mingguan kontrak ini masih membukukan koreksi 2,42% pada pekan sebelumnya, seperti dilansir dari Reuters.

BACA JUGA: 

- Tender KPBN Inacom Senin (5/1) Berakhir Withdraw, Harga CPO Franco Dumai Turun ke Rp 14.077 per Kg

- Wajibkan Perusahaan Sawit Bangun Pabrik, Gubernur Papua: CPO Tak Boleh Lagi Keluar Daerah

Namun, sentimen pasar masih dibayangi potensi lonjakan pasokan. Survei yang dilakukan pada Senin menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia pada Desember diperkirakan naik ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun. Peningkatan stok dipicu produksi bulanan yang kuat, yang melampaui pertumbuhan ekspor yang dinilai masih terbatas.

Dari kawasan regional, Indonesia memberikan sinyal positif dari sisi permintaan. Badan statistik mencatat ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari hingga November tahun lalu mencapai 20,85 juta ton, tumbuh 4,32% secara tahunan.

Meski demikian, tekanan datang dari pasar Tiongkok. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat turun 0,13%, sementara kontrak minyak sawit melemah lebih dalam sebesar 1,44%. Pelemahan ini ikut menahan ruang penguatan harga CPO di Bursa Malaysia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP