Gula Aren Organik Pacitan Tembus Eropa dan Australia, Nilai Jual Petani Meningkat

Gula Aren Organik Pacitan Tembus Eropa dan Australia, Nilai Jual Petani Meningkat
Agricom.id

19 February 2026 , 14:05 WIB

Didukung sertifikasi organik dan program pembinaan pemerintah, gula aren produksi pekebun Pacitan berhasil menembus pasar ekspor, sekaligus meningkatkan harga jual dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per kilogram di tingkat petani. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAKARTA – Produk gula aren organik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berhasil memperluas pasar ekspor hingga Eropa dan Australia. Capaian ini menandai meningkatnya daya saing komoditas perkebunan rakyat berbasis organik di pasar global.

Pekebun yang tergabung dalam Kelompok Tani Akur X melalui CV Temon Agro Lestari, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, merealisasikan ekspor 1 ton ke Belanda, 10 ton ke Malaysia, dan 500 kilogram ke Australia.

Kelompok Tani Akur X merupakan binaan Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. Program ini dirancang untuk mendorong pengembangan komoditas berkelanjutan yang memiliki daya saing ekspor dan nilai tambah lebih tinggi.

BACA JUGA: Produksi Gula 2,67 Juta Ton pada 2025, Pemerintah Percepat Target Swasembada 2027

Pendampingan yang diberikan mencakup bantuan ternak ruminansia, fasilitas sarana produksi pupuk kompos, pelatihan pra-sertifikasi, hingga fasilitasi sertifikasi organik. Melalui dukungan tersebut, pekebun mampu memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menerapkannya di lahan aren.

Saat ini, luas kebun aren tersertifikasi organik mencapai 15,66 hektare dengan melibatkan 25 pekebun. Potensi produksi diperkirakan mencapai 18 ton per tahun.

Manfaat sertifikasi organik pun dirasakan langsung oleh pekebun, karena memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Harga jual gula aren meningkat, dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram, atau naik Rp10.000 dibandingkan produk konvensional.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (18/2) Masih Naik, Tertinggi Rp 32.330/Kg

Dalam pengembangan komoditas perkebunan berorientasi ekspor, Ditjen Perkebunan terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, guna memperluas akses pasar dan mendorong hilirisasi produk perkebunan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ekspor komoditas perkebunan, pada 13 Februari 2026 dilaksanakan pelepasan ekspor gula aren organik produksi Kelompok Tani Akur X yang difasilitasi melalui kemitraan dengan sektor swasta.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor gula aren organik dari Pacitan menjadi bukti nyata daya saing produk perkebunan rakyat di pasar global.

BACA JUGA: Ekspor Kakao Capai US$2,65 Miliar, Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Peremajaan Kebun Rakyat

“Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan desa ekspor agar nilai tambah dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui Program Desa Pertanian Organik telah meningkatkan kualitas, nilai jual, dan akses pasar produk gula aren. “Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,” katanya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP