AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di pasar global mengalami koreksi pada awal April. Tercatat di SGX SICOM pada Rabu (1/4/2026), harga karet ditutup sebesar US Cent 196,3 per kilogram atau setara Rp33.202/kg dengan kurs Rp16.914 per dolar AS.
Angka ini turun signifikan sebesar Rp715/kg dibandingkan perdagangan Selasa (31/3/2026) yang mencapai Rp33.917/kg.
Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel Rudi Arpian menjelaskan, penurunan ini menjadi bagian dari dinamika wajar pasar dalam menguji kekuatan tren yang sebelumnya mulai terbentuk.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (31/3) Naik Lagi ke Rp33.917/Kg, Tren Penguatan Makin Kokoh
“Koreksi di awal bulan menunjukkan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian, sekaligus mencari titik keseimbangan baru setelah fase penguatan. Meski demikian, selama tekanan tidak berlanjut secara tajam, peluang tren pemulihan tetap terbuka,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Rabu (1/4).
Di tengah fluktuasi harga, Rudi berharap petani tetap menjaga mutu bokar secara konsisten. Gunakan koagulan/pembeku lateks sesuai anjuran, pastikan bokar bebas dari kotoran, bebas dari kontaminasi limbah atau perendaman. Semakin tinggi KKK, semakin murni kandungan karet dan semakin sedikit kandungan air di dalam bokar. Semakin tinggi harga karet di tingkat petani.
BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode April 2026 Anjlok 21 Persen Akibat Lonjakan Pasokan
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp33.202,-/Kg
- KKK 70%: Rp23.241,-/Kg
- KKK 60%: Rp19.921,-/Kg
BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar
- KKK 50%: Rp16.601,-/Kg
- KKK 40%: Rp13.281,-/Kg
- KKK 30%: Rp9.961,-/Kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)