Peningkatan produksi beras dan dukungan bioenergi menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi pusat dan daerah di sektor pertanian. Foto: Istimewa
AGRICOM, JAKARTA — Pemerintah daerah semakin menunjukkan peran strategis sebagai penggerak utama dalam penguatan ketahanan pangan dan energi nasional. Sejumlah kepala daerah memberikan apresiasi atas program Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai telah memberikan dampak nyata di lapangan, mulai dari peningkatan produksi pangan hingga pengembangan bioenergi.
Sejumlah bupati menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program strategis Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Program yang mencakup penguatan pangan melalui cetak sawah serta pengembangan energi berbasis bioenergi dinilai memberikan dampak nyata bagi daerah.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, mengungkapkan bahwa program cetak sawah telah membawa perubahan signifikan terhadap produksi beras di wilayahnya. Ia menyebutkan, produksi yang sebelumnya kurang dari 150 ribu ton per tahun kini meningkat menjadi sekitar 180 ribu ton per tahun.
BACA JUGA: Percepatan B50 dan E20 Dikebut, Kementan dan BUMN Genjot Kemandirian Energi Nasional
“Ini sangat baik sekali. Produksi kami meningkat signifikan, bahkan gudang-gudang saat ini penuh dengan beras. Ini bukti bahwa program cetak sawah yang dijalankan Kementerian Pertanian sangat berhasil,” ujar Irham di Kementerian Pertanian pada Rabu (15/4).
Sejalan dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga mengajukan tambahan program cetak sawah seluas 2.500 hektare yang saat ini tengah dalam proses Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Selain itu, pihaknya turut mengusulkan pengembangan komoditas perkebunan seperti kakao seluas 6.000 hektare dan kelapa dalam 5.000 hektare.
Irham juga menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana pertanian, meliputi pembangunan jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti drone, hingga pembangunan infrastruktur jalan perkebunan untuk memperlancar distribusi hasil produksi petani.
BACA JUGA: Mentan Amran: Program B50 Tak Ganggu Pasokan dan Harga Minyak Goreng
“Alhamdulillah, Bapak Menteri menyanggupi untuk memberikan bantuan kepada kami. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada petani Konawe Selatan,” tambahnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (20/4).
Sementara itu, Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Kelapa Sawit yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan dukungan kuat pemerintah daerah terhadap program pengembangan bioenergi nasional.
“Kami mendukung penuh program Bio50 karena ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Mudyat.
BACA JUGA: Setelah Australia, India Minati Impor Pupuk Indonesia di Tengah Surplus Nasional
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Membangun pertanian tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat. Dukungan dan keterlibatan aktif para kepala daerah menjadi kunci utama keberhasilan program, baik dalam peningkatan produksi pangan maupun pengembangan energi berbasis pertanian, “ ungkapnya
Audiensi ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian dan perkebunan. Dukungan para kepala daerah terhadap program pangan dan energi Kementerian Pertanian diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kemandirian energi nasional secara berkelanjutan. (A3)