Harga CPO KPBN Jumat (12/6) Naik Tipis ke Rp15.450/Kg

Harga CPO KPBN Jumat (12/6) Naik Tipis ke Rp15.450/Kg
Agricom.id

13 June 2026 , 18:02 WIB

Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN naik tipis pada perdagangan Jumat (12/6/2026), sementara pasar berjangka CPO Malaysia ditutup melemah akibat tekanan dari penurunan harga minyak mentah dunia dan minyak kedelai.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Di sisi lain, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru berakhir di zona merah setelah tertekan oleh pelemahan harga minyak mentah global dan minyak kedelai di pasar internasional.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, harga CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.450/kg, naik Rp50/kg atau sekitar 0,32% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.400/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (11/6) Naik Lagi ke Rp15.400/Kg, Bursa Malaysia Melanjutkan Penguatan

Untuk transaksi domestik, harga CPO Franco Dumai tercatat sebesar Rp15.450/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp15.250/kg. Adapun harga FOB Ngabang, FOB Parindu, dan FOB Kembayan masing-masing berada pada level Rp15.100/kg.

Berbeda dengan pasar domestik, perdagangan CPO di Bursa Malaysia mengalami koreksi pada seluruh kontrak utama. Pelemahan tersebut dipengaruhi sentimen negatif dari turunnya harga minyak mentah dunia serta melemahnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut menekan pasar minyak nabati global.

Dilansir dari Bernama, kontrak CPO pengiriman Juni 2026 turun RM74 menjadi RM4.387 per ton. Kontrak Juli 2026 juga melemah RM74 dan ditutup pada level RM4.435 per ton.

BACA JUGA: RSPO: Sertifikasi Jadi Jalan Petani Sawit Swadaya Tembus Pasar Global

Sementara itu, kontrak Agustus 2026 terkoreksi RM76 menjadi RM4.475 per ton. Kontrak September 2026 turun RM81 menjadi RM4.511 per ton.

Pelemahan lebih dalam terjadi pada kontrak Oktober 2026 yang turun RM88 menjadi RM4.544 per ton. Sedangkan kontrak November 2026 mencatat penurunan terbesar, yakni RM90, dan ditutup pada level RM4.571 per ton.

Meski harga bergerak melemah, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan signifikan. Volume transaksi melonjak menjadi 119.170 lot, hampir dua kali lipat dibandingkan 59.067 lot pada perdagangan Kamis sebelumnya.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Turun hingga RM90, KPBN Naik 0,32%

Posisi terbuka (open interest) juga meningkat menjadi 283.511 kontrak dari sebelumnya 277.876 kontrak. Kenaikan ini mencerminkan bahwa minat pelaku pasar terhadap kontrak berjangka CPO masih cukup kuat meskipun harga sedang mengalami tekanan.

Pada pasar fisik Malaysia, harga CPO untuk pengiriman Juni di wilayah Selatan Malaysia tercatat turun RM50 menjadi RM4.470 per ton, sejalan dengan tren pelemahan yang terjadi di pasar berjangka.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Jumat (12/6) Turun Lagi ke Rp40.147/Kg

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan harga minyak nabati global, pergerakan harga energi, serta dinamika ekspor untuk melihat arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. Dukungan permintaan dari pasar utama dan kondisi produksi di negara produsen utama juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar ke depan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP